Citizen Journalism
Bible Camp Mahasiswa Katolik Kembali Digelar
Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) se-Keuskupan Manado diharapkan terlibat secara maksimal dalam kegiatan ini.
Terutama yang beliau soroti adalah para mahasiswa yang dalam perjuangan mereka menyelesaikan studi sering ditantang dengan berbagai arus zaman yang kian tidak menentu.
“Kini ini juga menjadi keprihatinan kita bersama.” Ujar Fr. Empy saat menjelaskan asal muasal kegiatan ini.
Kali ini, Bible Camp akan mengusung tema Bulan Kitab Suci Nasional 2017, “Kabar Gembira di Tengah Gaya Hidup Modern”.
Melihat tema ini, panitia sangat berharap bahwa sesi-sesi dan rangkaian acara yang akan disajikan akan membantu para mahasiswa melihat secara lebih positif perkembangan tekonologi masa kini, demi menjadi pembawa kabar gembira bagi sesama.
Ditanyai soal target mereka tentang kesuksesan acara ini, Fr. Empy menegaskan bahwa kelompoknya sangat optimis jika para mahasiswa akan mendapatkan banyak hal yang bermanfaat untuk hidup rohani pun juga hidup sosial mereka sebagai seorang mahasiswa.
“Kami sadar ini sangat relevan untuk para mahasiswa zaman sekarang. Makannya kami juga menyajikan pembicara-pembicara yang handal dan terpercaya.”
Kegiatan seperti Katekese Iman, Bible sharing, Adorasi, Out Bond dan Pentas Seni akan disajikan bagi para peserta. Selain lima kegiatan besar tersebut, masih ada kegaitan-kegiatan lain yang akan menambah kekayaan rohani camping rohani ini.
Fakultas-fakultas yang membuka pendaftaran ini antar lain fakultas-fakultas di Unsrat dan Unima. Tapi untuk beberapa perguruan tinggi, diharapkan menghubungi pihak KMK mereka di Perguruan Tingginya masing-masing, misalnya Universitas De la Salle, STIPAS Don Bosco Tomohon, STF Seminari Pineleng, dan Politeknik Manado.
Demi menarik lebih banyak peserta, panitia tidak hanya membuka pendaftaran di masing-masing KMK setiap fakultas, tapi juga di beberapa Paroki, seperti St. Yosep Pekerja, Kelak dan Hati Tersuci Maria, Katedral Manado.
“Ini untuk berjaga-jaga, sebab ada banyak mahasiswa katolik yang kuliah di beberapa perguruan tinggi yang tidak mendapat surat undangan. Bagi mereka ini, silakan mendaftar di Paroki,” jelas Berny Pijoh, sekretaris panitia.
Antusiasme para peserta dipastikan akan besar, hal ini dilihat dari jumlah peserta yang sudah mendaftar peserta, yakni 47 orang.
“Ada pendaftara online sebagai bentuk pendaftaran resmi, dan yang belum mendaftar oniline tapi sudah menghubungi pihak KMK di fakultas mereka juga sudah cukup banyak,” tutur Frater Empy soal jumlah peserta yang akan mengikuti kegiatan BCM IX ini.
Kegiatan Technical Meeting ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai KMK dan Perguruan Tinggi, antara lain, UNSRAT, UNIMA dan De la Salle. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tes_20171101_233257.jpg)