Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Citizen Journalism

Bible Camp Mahasiswa Katolik Kembali Digelar

Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) se-Keuskupan Manado diharapkan terlibat secara maksimal dalam kegiatan ini.

Editor:
citizen journalism
Technical meeting di Aula Hati Kudus, Skolastikat MSC Pineleng, Minggu (29/10) lalu. 

Oleh
Fr Williams Flavian Pita Roja MSC

BIBLE Camp Mahasiswa akan kembali digelar pada tanggal 10-12 November 2017 di kompleks Alamanda Resort, Kelong, Tomohon.

Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) se-Keuskupan Manado diharapkan terlibat secara maksimal dalam kegiatan ini.

Untuk mematangkan persiapan menyongsong perhelatan rohani tersebut, technical meeting diselenggarakan oleh panitia di Aula Hati Kudus, Skolastikat MSC Pineleng, Minggu (29/10) lalu.

Dalam pertemuan ini dibahas hal-hal umum seperti gambaran acara atau kegiatan yang akan diselenggarakan serta asal mula kegiatan itu sendiri.

Diawali dengan perkenalan masing-masing peserta, dalam technical meeting ini dibahas juga persiapan yang harus dipenuhi oleh para peserta dari masing-masing fakultas, seperti fisik yang prima dan batin yang kuat.

“Kondisi di lokasi kegiatan mungkin akan dingin, sehingga kami harap peserta mempersiapkan fisik dan perlengkapan pribadinya dengan baik,” tegas Frater Wensislaus Batbual MSC yang biasa disapa Empy.

Koordinator seksi acara, Fr. Agus Budiman MSC, menuturkan bahwa panitia terlebih khusus seksi acara akan berusaha memberikan yang terbaik bagi para peserta Bible Camp Mahasiswa (BCM) kali ini.

Pihaknya akan memastikan bahwa kegiatan ini akan berlangsung hikmat dan memberi banyak manfaat rohani bagi para peserta BCM IX.

“Ada beberapa acara yang mungkin sedikit berbeda dengan BCM sebelumnya,” tegas Fr. Agus.

“Kami akan memastikan suasana lokasi kegiatan akan benar-benar hikmat,” tambah frater asal Bangka Belitung ini.

Bible Camp Mahasiswa sendiri adalah sebuah kegiatan kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerasulan Kitab Suci (K3S) Skolastikat MSC Pineleng dalam kerja sama dengan Komisi Kitab Suci Keuskupan Manado.

“Untuk memaksimalkan kegiatan, sudah menjadi tradisi bahwa para Masiswa Katolik dari berbagai fakultas juga dilibatkan sebagai panitia. Kami memilih panitia dari peserta tahun sebelumnya,” tutur Fr. Rey Lerebulan MSC ketua kelompok K3S.

Untuk diketahui juga, kegiatan tahunan ini sebenarnya berangkat dari ide dan inisatif Pastor Sis Sumarwoto MSC (Romo Sis) saat beliau masih menjabat sebagai Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Manado.

Imam yang sekarang berkarya di Roma tersebut melihat adanya keprihatinan mendalam terhadap anak-anak muda katolik di wilayah keuskupan Manado

Terutama yang beliau soroti adalah para mahasiswa yang dalam perjuangan mereka menyelesaikan studi sering ditantang dengan berbagai arus zaman yang kian tidak menentu.

“Kini ini juga menjadi keprihatinan kita bersama.” Ujar Fr. Empy saat menjelaskan asal muasal kegiatan ini.

Kali ini, Bible Camp akan mengusung tema Bulan Kitab Suci Nasional 2017, “Kabar Gembira di Tengah Gaya Hidup Modern”.

Melihat tema ini, panitia sangat berharap bahwa sesi-sesi dan rangkaian acara yang akan disajikan akan membantu para mahasiswa melihat secara lebih positif perkembangan tekonologi masa kini, demi menjadi pembawa kabar gembira bagi sesama.

Ditanyai soal target mereka tentang kesuksesan acara ini, Fr. Empy menegaskan bahwa kelompoknya sangat optimis jika para mahasiswa akan mendapatkan banyak hal yang bermanfaat untuk hidup rohani pun juga hidup sosial mereka sebagai seorang mahasiswa.

“Kami sadar ini sangat relevan untuk para mahasiswa zaman sekarang. Makannya kami juga menyajikan pembicara-pembicara yang handal dan terpercaya.”

Kegiatan seperti Katekese Iman, Bible sharing, Adorasi, Out Bond dan Pentas Seni akan disajikan bagi para peserta. Selain lima kegiatan besar tersebut, masih ada kegaitan-kegiatan lain yang akan menambah kekayaan rohani camping rohani ini.

Fakultas-fakultas yang membuka pendaftaran ini antar lain fakultas-fakultas di Unsrat dan Unima. Tapi untuk beberapa perguruan tinggi, diharapkan menghubungi pihak KMK mereka di Perguruan Tingginya masing-masing, misalnya Universitas De la Salle, STIPAS Don Bosco Tomohon, STF Seminari Pineleng, dan Politeknik Manado.

Demi menarik lebih banyak peserta, panitia tidak hanya membuka pendaftaran di masing-masing KMK setiap fakultas, tapi juga di beberapa Paroki, seperti St. Yosep Pekerja, Kelak dan Hati Tersuci Maria, Katedral Manado.

“Ini untuk berjaga-jaga, sebab ada banyak mahasiswa katolik yang kuliah di beberapa perguruan tinggi yang tidak mendapat surat undangan. Bagi mereka ini, silakan mendaftar di Paroki,” jelas Berny Pijoh, sekretaris panitia.

Antusiasme para peserta dipastikan akan besar, hal ini dilihat dari jumlah peserta yang sudah mendaftar peserta, yakni 47 orang.

“Ada pendaftara online sebagai bentuk pendaftaran resmi, dan yang belum mendaftar oniline tapi sudah menghubungi pihak KMK di fakultas mereka juga sudah cukup banyak,” tutur Frater Empy soal jumlah peserta yang akan mengikuti kegiatan BCM IX ini.

Kegiatan Technical Meeting ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai KMK dan Perguruan Tinggi, antara lain, UNSRAT, UNIMA dan De la Salle. (*)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved