Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Minggu

RENUNGAN MINGGU : Karakter Buruk Merusak Jati Diri dan Persekutuan

Karakter itu menentukan cara hidup manusia karena manusia akan dikenal dengan karakter yang melekat di dalam dirinya.

Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto RENUNGAN MINGGU : Karakter Buruk Merusak Jati Diri dan Persekutuan
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Pdt Marco Wagey M.Th

Orang yang hidup dalam Tuhan harus diimbangi dengan karakter-karakter yang dikehendaki Tuhan.

Mungkin kita tidak berbicara soal penghukuman dari Tuhan Allah, tetapi di zaman sekarang ini bagaimana kita mau menjawab karya selamat Kristus dalam kehidupan kita dengan bertindak, berpikir dan berperilaku yang baik.

Saudara-saudara yang dikasihi dan diberkati Tuhan, kita tahu sendiri bahwa kesombongan, keangkuhan dan kejahatan adalah tindakan yang merusak citra diri kita dihadapan Tuhan.

Kita tidak akan mampu memaknai kehidupan ini, jika jati diri kita atau citra diri kita tidak dibangun dengan landasan karakter hidup yang baik dalam Tuhan.

Orang yang hidup dalam kesombongan, keangkuhan dan kejahatan pastilah merusak persekutuannya dengan Tuhan Allah.

Saudara-saudara, keangkuhan memang dapat menipu kita, keangkuhan meyakinkan kita bahwa kita memang sehebat yang kita pikirkan. Keangkuhan membuat mata kita tertutup untuk melihat kenyataan siapa kita dihadapan Tuhan.

Ada kata bijak yang mengatakan bahwa “Jangan pernah menganggap diri terlalu tinggi dan bertahan dalam ketinggian itu, dan jangan pernah mendahulukan kepentingan pribadi tetapi dahulukanlah kehendak Tuhan.”

Kita harus memiliki karakter hidup yang membangun persekutuan kita dengan Kristus. Untuk bisa memiliki karakter hidup yang demikian maka prioritas hidup kita adalah melayani Tuhan dalam segala hal.

Artinya kita selalu berusaha mendahulukan Tuhan diatas kehidupan kita, karena kita hidup atas belas kasih dari Tuhan.

Kita bisa merusak diri kita sendiri jika kita memiliki karakter hidup yang buruk, tetapi kita bisa menikmati hidup kita jika kita berkarater baik yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Selain itu, karakter juga adalah bicara soal kehidupan bersama sesama manusia. Kalau kita berkarakter buruk, kita pasti dikucilkan dan dijauhi sesama kita. Tetapi kalau kita berkarakter baik maka kita pasti dikasihi oleh sesama kita.

Oleh karena itu saudara –saudara, ingatlah “Hidup bersama Tuhan, jangan lupa sesama kita”, “Jangan mengejar popularitas tetapi kejarlah jati diri yang baik”, “Jangan mendahulukan kepentingan pribadi, tetapi dahulukan dulu kehendak Tuhan,”. Amin. (Pdt Marco Wagey MTh/melayani di Jemaat GMIM Tasik Genasaret Sindulang)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved