Renungan Minggu

Allah Akan Membangkitkan

Mereka akan hidup kembali. Sebagian dari nubuat itu terlaksana ketika Yesus membangkitkan Lazarus (Bacaan Injil).

Allah Akan Membangkitkan
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

(Yoh 11:25) Firman ini merupakan dasar harapan kristiani dan serentak sebuah tugas.

Harapan: Orang Israel, umat pilihan Allah, pernah mengalami pembuangan di negeri yang sangat jauh, di Babylonia. Di sana mereka hidup menderita dan mati. Anak‑cucu mereka putus asa.

Dalam suasana seperti itulah Yehezkiel menyampaikan nubuat bahwa mereka yang mati di pembuangan akan dibangkitkan. Kita pun tidak luput dari kesulitan‑kesulitan, masalah dan penderitaan.

Kalau mengalami kesulitan dan penderitaan yang berkepanjangan, kita bisa menjadi frustrasi dan putus asa. Dalam hati kita berkeluh kesah: "Saya sudah percaya pada kebaikan Tuhan. Saya setiap hari sudah berdoa. Kenapa saya mengalami kesulitan seperti ini? Kenapa Tuhan tidak mengabulkan doa saya? Kenapa Tuhan membiarkan saya dalam penderitaan ini?"

Mazmur Tanggapan mengajak kita untuk percaya bahwa "pada Tuhan ada kasih setia." Kapan kasih setia Tuhan itu dinyatakan? Mungkin belum sekarang. Tetapi percayalah bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya. Kasih setia Tuhan‑lah yang menjadi dasar pengharapan kita. Kesulitan dan penderitaan, bahkan kematian, bukanlah akhir dari segala‑galanya.

Tugas: Dalam Bacaan Kedua, Paulus menegaskan bahwa kita adalah milik Kristus bila kita tidak hidup dalam daging melainkan dalam Roh. Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, Paulus menjelaskan perbedaan hidup dalam daging dan hidup dalam Roh:

"Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu ‑seperti yang telah kubuat dahulu ‑bahwa barangsiapa melakukan hal‑hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." (Gal 5:19‑21)

"Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri." (Gal 5:22).

"Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menentang dan saling mendengki." (Gal 5:24‑26).  (Pastor Anton Tukiran Msc/Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng)

Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved