Teman 'Makan' Teman Dialami Abraham Samad
Buka-bukaan ala PLT Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto terkait sepak terjang Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, menjadi bola panas
Setelah bertemu Abraham Samad, Hasyim mengaku akan bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati. "Mudah-mudahan pendekatan kultural lebih tepat daripada perdebatan-perdebatan politik yang sarat dengan muatan kepentingan," katanya.
Namun Hasyim menolak menjelaskan secara spesifik apa yang hendak disampaikannya kepada putri Mantan Presiden Soekarno itu. "Ya nantilah. Moso saya belum ngomong tapi saya sampaikan ke sampean," katanya.
Namun secara umum, Hasyim mengaku ingin bersilaturahmi dengan Megawati. "Saya ingin bersilaturahmi dan menghadap beliau. Saya belum tahu diterima atau tidak. Mudah-mudahan diterima," katanya.
Selain Hasyim, kemarin, Gedung KPK kedatangan tamu puluhan perempuan cantik yang menamakan dirinya 'Putri Indonesia' datang, dengan mengenakan pakaian yang didominasi warna merah.
Di antara mereka datang dengan membawa bingkai foto bergambar Ketua KPK Abraham Samad. Dalam foto tersebut tertulis SAVE KPK dan SAVE YAYANK BEPPHH. Perempuan cantik yang dimaksud itu mengaku berprofesi sebagai petugas operator telepon.
Kalimat SAVE YAYANK BEPPHH adalah kalimat sindiran yang dilontarkan mengenai sikap Abraham Samad yang dinilai cengeng.
Rahmat Latuconsina, Koordinator Masyarakat Bersama Antikorupsi, yang mendatangkan perempuan-perempuan cantik itu mengatakan, Samad tidak perlu meneteskan air mata terkait permasalahan yang mendera KPK.
"Itu merupakan sindiran bahwasanya kita ingin mengatakan bahwa kalau memang lembaga KPK harus diselamatkan oke kita sepakat kita selamatkan. Tapi tidak komisionernya yang bermasalah," ujar Rahmat di KPK.
Rahmat mengatakan perempuan itu sengaja dicitrakan 'Putri Indonesia' lantaran beredarnya foto rekayasa mirip Abraham Samad bersama Putri Indonesia.
Selain itu, 'Putri Indonesia' itu juga membagi-bagikan tisu kepada siapa saja yang berada di KPK termasuk aparat kepolisian.
"Mereka secara simbolis membagi-bagikan tisu itu adalah gerakan sindiran bahwa Abraham Samad harus hapus airmatanya. Tidak ada pemimpin yang seperti itu, tidak ada pemimpin yang cengeng dan KPK tidak butuh pemimpin yang cengeng," ungkap Rahmat.
Menurut Rahmat, mereka sepakat untuk terlibat lantaran memiliki hubungan emosional dan mereka tertarik ikut lantaran bisa mendongkrak popularitas mereka mengingat isu KPK kini cukup menyita perhatian.
"Mereka itu model. Aku datangi mereka tadi malam ngobrol-ngobrol, aku minta bantuan. Mereka itu perlu eksis. Isu ini menarik. Kita nggak pake bayaran," aku Rahmat.
Ikuti terus informasi terbaru setiap hari di www.tribunmanado.co.id yang selalu menghadirkan berita nasional, olahraga, selebritis, gaya hidup, dan seputar berita Manado terkini