Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Teman 'Makan' Teman Dialami Abraham Samad

Buka-bukaan ala PLT Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto terkait sepak terjang Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, menjadi bola panas

Editor: Fransiska_Noel

Anca diminta untuk menjemput. Saat itu, Ancak belum mengetahui bila teman-teman Abraham Samad adalah Hasto Kristiyanto. Ia baru mengetahui Hasto melalui pemberitaan di media telivisi.

Anca juga menambahkan, dirinya tidak terlibat dalam persamuhan itu. Pasalnya, ia tidak memiliki agenda khusus dengan Abraham. Ia hanya mengetahui, pertemuan berlangsung dua kali. Tiap pertemuan berlangsung 30 hingga 45 menit.

"Saya lupa kapan saja pertemuan itu. Maret-kah? April-kah?" lanjut Ancak seraya menyebut, mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo turut hadir dalam pertemuan lobi politik antara Abraham Samad dan Hasto Kristiyanto.

"Dalam pertemuan itu, ada AS (Abraham Samad), Hasto, dan kalau tidak salah ada Pak Tjahjo Kumolo," ujarnya.

Kasus dugaan pelanggaran terhadap Abraham ini dilaporkan Direktur Eksekutif KPK Watch M Yusuf Sahide ke Bareskrim Mabes Polri Senin (26/1/2015) lalu.

Abraham dilaporkan telah membahas kesepakatan mengenai proses hukum yang melibatkan politisi PDIP Emir Moeis. Kesepakatan itu terkait keinginan Samad menjadi calon wakil presiden bagi Jokowi dan keringanan hukum bagi Emir Moeis.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi telah menjatuhkan vonis tiga tahun penjara terhadap Emir Moeis, yang dijerat dalam kasus suap proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Tarahan, Lampung, tahun 2004.

Sementara itu, barang bukti yang digunakan adalah satu bundel print dokumen dari situs Kompasiana dengan judul "Rumah Kaca Abraham Samad" tanggal 17 Januari 2015.

Sebelumnya, Hasto sudah mengungkap adanya lobi politik Abraham kepada dirinya untuk dapat mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden. Saat itu, pada awal 2014, Hasto mendapat tugas dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk bertemu Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Namun, tak berapa lama kemudian, pria berinisial D menghubungi Hasto. Ia menawarkan Hasto bertemu dengan Abraham Samad. "Di situ kami hanya dibilang, membahas hal-hal yang strategis," ujar Hasto.

Hasto tertarik atas tawaran itu. Menurutnya, bertemu pimpinan KPK merupakan momen yang langka. Hasto lalu datang ke apartemen Capital di kawasan SCBD. Dia masuk melalui lobi depan. D rupanya sudah menunggu di lobi. Keduanya lalu naik ke salah satu lantai di apartemen mewah itu.

Di salah satu ruangan apartemen, Abraham telah menunggu. Menggunakan masker hijau dan topi hitam, Abraham duduk di kursi yang meja di depannya terdapat aneka buah. Hasto, Abraham dan D pun berbincang terkait hal strategis itu.

"Di depan Abraham, dia (D) memohon Bapak Abraham Samad bisa mengikuti proses jadi calon wakil presidennya Pak Jokowi," ujar Hasto.

Hasto mengaku, saat itu tidak dapat menjanjikan apa-apa karena pemilihan presiden masih jauh dan Megawati Soekarnoputri belum memutuskan siapa pasangan yang diusung PDI Perjuangan. Meski demikian, komunikasi dengan Abraham, tetap dijaga.

Oleh sebab itu, pertemuan kedua, ketiga hingga keenam dilaksanakan Hasto dengan Abraham di tempat yang berbeda-beda. Selain D, ada pria berinisial D lain yang mendorong Abraham menjadi cawapres Jokowi. D yang kedua ini, sebut Hasto, adalah sahabat karib Abraham.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved