Teman 'Makan' Teman Dialami Abraham Samad
Buka-bukaan ala PLT Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto terkait sepak terjang Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, menjadi bola panas
Hasto menyebut, saking 'ngebetnya' Abraham ingin menjadi cawapres Jokowi, dia membuat skenario pertemuan dengan Jokowi di ruang VVIP Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta.
Sejak saat itu, lobi politik Abraham kian kencang. Abraham juga merancang agenda pertemuan dengan tim sukses Jokowi lain, yakni Hendropriyono dan sejumlah nama yang kini menjadi menteri kabinet kerja.
Namun, akhirnya Jokowi memilih Jusuf Kalla menjadi cawapresnya. Pertimbangannya, Kalla punya pengalaman dan dukungan politik yang jauh lebih kuat daripada bakal cawapres lainnya.
Tanggal 19 Mei 2015, satu hari sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) menutup pendaftaran calon presiden dan wakil presiden, Hasto mengaku ditugaskan Jokowi menyampaikan ke Abraham soal keputusan cawapres itu. Pukul 00.30 WIB, Hasto bertemu Samad yang masih mengenakan masker dan topi.
"Setelah saya ceritakan bahwa yang jadi cawapres adalah JK, Abraham bilang, 'Ya saya tahu, saya sudah melakukan penyadapan'. Dia juga bilang, 'Saya tahu yang menggagalkan saya menjadi calon wakil presiden adalah Pak Budi Gunawan'," ujar Hasto.
Hasto menangkap nada kecewa dari pernyataan Abraham. Dia tak menyangkal tudingan Abraham soal Budi Gunawan.
Abraham Samad belum berbicara perihal tudingan Hasto tentang adanya transaksi politik antara Abraham dan partai politik pendukung Joko Widodo pada masa Pemilu Presiden 2014.
Melalui Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi, Abraham menyebut pernyataan Hasto sebagai fitnah.
Johan mengatakan, jajaran struktural KPK meminta penjelasan dari Abraham tentang tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepada Abraham. "Bahwa semua yang disampaikan itu adalah fitnah belaka. Pak Abraham membantah dengan keras apa yang dituduhkan oleh Pak Hasto cs," kata Johan Budi. (tribunnews/kps/rik)
Dari Gedung KPK
Hasyim Temui Mega
ANGGOTA Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Hasyim Muzadi menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi. Hasyim menemui Ketua KPK Abraham Samad untuk meredakan ketegangan KPK dan Polri.
"Saya minta kepada Samad agar secara makro suasana ini diredakan," katanya di Kantor KPK, Jakarta Jumat (30/1).
Hasyim berharap agar kemelut di Indonesia pelan pelan bisa mereda. Bila tidak, ia khawatir isu yang sedang melanda negeri ini bisa menyebar ke berbagai arah.
"Nanti bukan hanya masalah Polri-KPK, tapi masalah tata negara. Suasana kenegaraan kita bisa kacau balau," katanya.
Bila masalah ini tidak diredakan, ia juga takut ada pihak yang membesarkan isu nasional ini. "Apalagi kalau ada pihak yang menggoreng masalah ini," katanya.
Ia pun mengingatkan Samad bahwa koruptor di Indonesia masih punya kekuatan untuk memperbesar masalah ini. "Koruptur di Indonesia masih cukup kekuatan untuk menggerakkan jaring-jaring pelaksana negara," katanya.