Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah Indonesia

Kisah Kelam Sosok Penyumbang 28 Kg Emas 'Monas', Berjuang untuk Negara Tapi Dituduh Antek PKI

Sayangnya, meskipun berjuang sedemikian keras bagi Indonesia, pada akhirnya Markam justru terhina oleh bangsanya sendiri.

Penulis: Reporter Online | Editor: Frandi Piring
Kolase foto Tribunnews.com
Sosok Teuka Markam dan Monumen Nasional 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok Teuku Markam penyumbang puluhan kilo emas Monumen Nasional Ibu Kota. 

Teuka Markam memang tak setenar Teuku Umar ataupun Cut Nyak Dien dan sosok pahlawan lainnya. 

Namun kontribusi Teuku Markam untuk tanah air dalam bidang ekonomi sangatlah membantu.  

Kontribusi Teuku Markam pun mendapat pujian dari sang Presiden saat itu, Ir Soekarno. 

Soekarno juga mengucapkan ucapan terima kasih kepadanya atas pencapaian yang dilakukan oleh Teuku Markam untuk bidang perekonomian Indonesia pada masa itu.

Seiring berjalannya waktu, nasib sial menimpa sang pebisnis Teuku Markam.  

Sederet hal menyedihkan diterima Teuku Markam setelah beberapa serangan untuk menjatuhkannya saat menjadi orang terkaya se-Indonesia pada masa itu.

Dikutip dari Tribun Medan, Tahukah Anda sosok pembesar Aceh itu sudah layak dikatakan sebagai pahlawan meskipun tak pernah menghunuskan rencongnya ke muka serdadu Belanda.

Teuku Markam penyumbang emas untuk Monas - Monumen Nasional. Teuku Markam berjuang setelah Indonesia merdeka.  

Bukan untuk menebas pemberontakan atau kembalinya para kompeni laknat, tapi memperbaiki ekonomi Indonesia yang ketika itu rusak parah.

Seperti dikutip Wartakotalive.com dari laman Wikipedia Teuku Markam adalah pengusaha kaya Aceh pada jaman pemerintahan Presiden RI Soekarno.

Teuku Markam merupakan keturunan Uleebalang yang lahir tahun 1925 di Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara dan ayahnya bernama Teuku Marhaban.

Sejak kecil Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu.

Saat Teukum Markam berusia 9 tahun, sang ayah Teuku Marhaban meninggal dunia. Sedangkan ibunya telah lebih dulu meninggal.

Teuku Markam kemudian diasuh kakaknya Cut Nyak Putroe.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved