Sejarah Indonesia
Kisah Kelam Sosok Penyumbang 28 Kg Emas 'Monas', Berjuang untuk Negara Tapi Dituduh Antek PKI
Sayangnya, meskipun berjuang sedemikian keras bagi Indonesia, pada akhirnya Markam justru terhina oleh bangsanya sendiri.
Penulis: Reporter Online | Editor: Frandi Piring
Teuku Markam hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 4 SR (Sekolah Rakyat).
Dalam perjalanan hidupnya, Teuku Markam terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat, jalan Medan-Banda Aceh, Bireuen-Takengon, Meulaboh, Tapaktuan yang didanai oleh Bank Dunia.
Teuku Markam menyumbangkan 28 kg emas dari 38 kg emas untuk Monumen Nasional.
Selama karirnya sebagai pengusaha dan mendirikan PT. Karkam, Teuku Markam telah banyak berjasa dalam pembangunan Indonesia, demikian ditulis pada laman facebook Serambi Aceh yang dikutip Wartakotalive.com.
Pria ini memang jebolan militer, tapi perjuangannya sama sekali jauh dari area itu.
Markam berjuang melalui hartanya yang berlimpah dan sumbangsihnya benar-benar sangat bermanfaat bagi bangsa.
Bung Karno sendiri sangat berterima kasih atas apa yang telah dilakukannya.
Sayangnya, meskipun berjuang sedemikian keras bagi Indonesia, pada akhirnya Markam justru terhina oleh bangsanya sendiri.

Baca: Persaudaraan Alumni 212 Membuat Acara Gema Nisfu Syaban di Monas Hari Ini
Baca: Hari Lahir Pancasila 1 Juni - Sejarah dan Tokoh Penting Perumusnya
Baca: Jarang Diketahui, Ternyata Pria inilah Penyumbang Emas Untuk Monas, Pria Terkaya Era Soekarno
Like halaman Facebook Tribun Manado :
Begini fakta unik Teuku Markam yang belum pernah diungkap:
1. Teuku Markam Pernah Jadi Orang Terkaya Se-Indonesia
Di masa-masa Awal kemerdekaan, tak banyak orang Indonesia kepikiran untuk menggeluti bisnis sebagai profesi.
Kebanyakan orang masih cenderung pasif untuk masalah ekonomi.
Di masa seperti inilah kemudian seorang pria bernama Teuku Markam muncul. Ia bergelut dengan banyak bisnis hingga akhirnya menjadi saudagar yang sukses.
Berbagai bisnis ditelateni Markam mulai dari ekspor impor, besi beton, sampai plat-plat baja.