Jusuf Kalla Sebut Pemilu Serentak Banyak Makan Korban: Harus Sesuai Proposional Lah

Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap pemilihan umum serentak, pileg dan pilpres tak lagi diselenggarakan ke depan.

Jusuf Kalla Sebut Pemilu Serentak Banyak Makan Korban: Harus Sesuai Proposional Lah
Internet
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) mengucapkan selamat kepada atlet-atlet Asian Para Games 2018 asal China. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap pemilihan umum serentak, pileg dan pilpres tak lagi diselenggarakan ke depan.

Menurut Jusuf Kalla, pemilu serentak pertama ini, telah banyak memakan korban, yang berasal dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun aparat keamanan

"Coba yang meninggal kan hampir 100 orang. Apa itu diteruskan lagi supaya 5 tahun lagi (pemilu serentak), ada yang meninggal ratusan orang karena kelelahan, karena capek, karena menghitung (surat suara) lama. Ini harus sesuai proposional lah," harap Jusuf Kalla saat ditemui pada peresmian kantor baru PT. KBN, Cakung, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Jusuf Kalla menyakini, keputusan MK terkait aturan pemilu serentak dapat diubah, dengan mempertimbangkan kenyataan yang ada.

"Ya masih (diubah) kalau DPR sudah memutuskan. MK juga melihat kenyataan, polisi berapa meninggal, KPPS berapa meninggal, semoga dirahmati Allah atas segala jasa-jasanya, apa itu mau dibiarkan (pemilu serentak), memang sesuai diperkirakan 24 jam berhitung. Ada di daerah-daerah," jelas Jusuf Kalla.

Pada pemilu 2019, rakyat tak hanya memilih Presiden dan Wakil Presiden, namun juga menjadi momen rakyat Indonesia untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Baca: Shaheer Sheikh Kalah Cepat, Pria Turki Ini Berani Cium dan Unggah Foto Ayu Ting Ting di Instagram

KPU Evaluasi Pemilu Serentak

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengevaluasi penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019.

Evaluasi dilakukan menyusul banyak korban meninggal dunia, khususnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di sejumlah daerah karena faktor kelelahan.

"Kami perlu informasikan terkait dengan jumlah sementara sanpai pukul 17.49 WIB, petugas penyelenggara pemilu yang tertimpa musibah itu sebanyak 91 orang meninggal dunia. Kemudian 374 orang sakit," ujar Ketua KPU, Arief Budiman dalam konferensi pers di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved