Di Kampung Jokowi Prabowo Dapat Keris: Relawan Bagikan 2222 Es Teh Gratis
Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menerima sebuah keris dari seorang empu saat melakukan kampanye akbar di Solo, Jawa Tengah.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, SOLO - Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menerima sebuah keris dari seorang empu saat melakukan kampanye akbar di Solo, Jawa Tengah. Keris itu diserahkan secara langsung oleh Mpu Totok Brojodiningrat mewakili masyarakat perkerisan Indonesia di hadapan pendukung Prabowo. Keris itu kemudian dibuka oleh Prabowo dan diperlihatkan kepada para pendukungnya.
"Kerisnya namanya keris Garuda Yaksa," kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada para pendukungnya yang telah hadir dalam kampanye rapat umum terbuka di Solo. "Sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih atas kehadiran saudara-saudara sekalian. Saya ucapkan terima kasih atas pengorbanan kalian semua. Kalian datang dari tempat-tempat jauh, kalian datang atas kerelaan saudara-saudara sekalian," kata Prabowo. "Kalian dikasih duit atau tidak di sini?" tanya Prabowo. Para pendukungnya serempak menjawab, "Tidak." "Tidak dikasih duit? Tidak dikasih amplop?", Prabowo kembali bertanya
"Tidak," jawab para pendukungnya lagi.
Prabowo melanjutkan, dirinya merasa terharu karena karena para pendukungannya justru menyumbang uang untuk kampanyenya. "Saya terharu karena justru rakyat yang memberi uang kepada kami," ungkap Prabowo.
Seperti diketahui, kampanye rapat umum terbuka pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga dihadiri para pendukung yang memenuhi lapangan dan seluruh tribun Stasion Sriwedari. Kampanye rapat umum juga dihadiri tokoh-tokoh nasional seperti Amien Rais, Hidayat Nur Wahid, Titiek Soeharto, Rustriningsih, Bibit Waluyo, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Djoko Santoso, Rahmawati Soekarnoputri, Neno Warisman, Zulkifli Hasan, Syarif Hasan, dan lainnya. Para tokoh nasional yang hadir tersebut juga secara bergantian menyampaikan orasinya di hadapan massa yang sebagian memakai kostum serba putih.
Dalam orasinya Prabowo Subianto menyebut negara sedang sakit di depan ribuan pendukungnya di Stadion Sriwedari, Solo. Prabowo tampak mengenakan baju safarinya cokelat dan celana biru tua serta dipadukan topi koboi andalannya.
Saat mantan Danjen Kopassus itu memaparkan negara ini sedang sakit parah, tiba-tiba Prabowo menyebut jika kampanye terbuka di Solo adalah yang terakhir di tingkat nasional. "Ibu Pertiwi sedang diperkosa saudara-saudara sekalian, tapi sudahlah," tuturnya.
"Ini kampanye terbuka terkahir, karena besok saya Surabaya kampanye dengan para akademis di dalam ruangan," jelasnya menegaskan.
Lantas dia tampak menjelaskan kenapa yang terakhir, karena rencana menutup kampanye akbar terbuka dalam Pemilu 2019 dilakukan di pusat Jawa Tengah (Jateng) di Semarang. "Ya ini kampanye terakhir, tadinya kami mau ke Semarang, kami mau di lapangan Simpang Lima, katanya enggak boleh?," jelasnya.
Usai berorasi, Prabowo kemudian meninggalkan stadion Sriwedari melalui pintu belakang. Ia dikawal puluhan pengawal dan iringan belasan mobil disambut para pendukungnya.
Es Teh Gratis
Relawan emak-emak atau ibu-ibu pendukung capres dan cawapres 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (Prabowo - Sandi) juga membagikan ribuan es teh gratis kepada massa di sekitar Stadion Sriwedari, Solo. Sebanyak 2.222 cup es teh gratis dibagikan dalam kampanye bertajuk Kampanye Super Akbar Doa dan Munajat Menyambut Kemenangan.
Koordinator aksi bagi es teh, Aji Mujiono (49), mengatakan, aksi sebagai bentuk partisipasi relawan untuk menyukseskan gelaran acara kampanye Prabowo - Sandi di Solo. "Di siang hari cuaca panas seperti ini pasti massa yang banyak berdesak-desakan, minuman es teh pasti banyak dicari orang," kata Aji.
"Harapannya momentum ini mendulang suara pak Prabowo menjadi presiden, maka dari itu kami jumlahkan sebanyak 2.222 dan kalau dijumlahkan angka 8 identik dengan Prabowo," imbuhnya.