Pilpres 2019
Fahri Hamzah: Jokowi Pilih Ma'ruf Amin untuk Elektabilitas, Prabowo Pilih Sandiaga untuk Bekerja
Fahri Hamzah, membeberkan analisisnya tentang cara pemilihan calon wakil presiden (cawapres) yang dilakukan oleh kedua calon presiden
TRIBUNMANADO.CO.ID - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, membeberkan analisisnya tentang cara pemilihan calon wakil presiden (cawapres) yang dilakukan oleh kedua calon presiden, baik Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.
Analisis tersebut dituliskan melalui cuitan-cuitan yang diunggah menjelang gelaran debat ketiga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Minggu (17/3/2019) petang.
Menurut Fahri, melalui cuitannya, Prabowo memilih sosok Sandiaga Uno untuk bekerja.
Sementara itu, Jokowi memilih KH Ma'ruf Amin untuk alasan elektabilitas dan bukan untuk bekerja.
Baca: Doa Bersama Bareng Orangtua: Maruf Amin Puji Sandiaga
Alasan Jokowi memilih Ma'ruf Amin dinilai Fahri sama persis kala memilih Jusuf Kalla sebagai pendampingnya.
"Dari cara memilih #cawapres2019 memang nampak, @prabowo memilih @sandiuno lebih untuk bekerja.
Sementara @jokowi memilih @KHMarufAmin_ lebih untuk alasan elektabikitas dan bukan untuk bekerja.
Jangankan Ma`ruf, @Pak_JK tidak “dipakai” setidaknya seperti pak SBY dulu," tulis Fahri dalam cuitannya.
Pada cuitannya, Fahri juga memberikan penilaiannya untuk masing-masing cawapres yang saling bertolak belakang.
Ma'ruf Amin disebut orang tua dan Sandi disebut anak muda.
Jika Ma'ruf adalah sosok yang kaya pengalaman maka Sandi adalah sosok yang kaya tenaga.
Baca: Umat Paroki Santo Yosep Kawangkoan Rayakan Pesta Pelindung
"Orang2 menilai jarak kedua #cawapres2019 : umur, pendidikan, lifestyle, latar budaya, dll.
Sandi adalah anak muda, Ma`ruf orang tua.
Sandi kaya tenaga, Ma`ruf kaya pengalaman.
Sandi perkotaan, Ma`ruf berbasis tradisional.