Adriana Dondokambey Komitmen Wujudkan Demokrasi Sehat

Ketua Tim Kampanye Daerah Sulut untuk pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Adriana Dondokambey berkomitmen dalam mewujudkan demokrasi yang sehat.

Adriana Dondokambey Komitmen Wujudkan Demokrasi Sehat
Istimewa
Adriana Dondokambey 

Adriana Dondokambey Komitmen Wujudkan Demokrasi Sehat

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ketua Tim Kampanye Daerah Sulut untuk pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Adriana Dondokambey berkomitmen dalam mewujudkan demokrasi yang sehat. Untuk itu, ia mengajak semua masyarakat agar menolak segala bentuk politisasi agama.

Dalam demokrasi, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin dalam pemerintah. Politisasi agama dalam demokrasi akan mengaburkan ide-ide cemerlang untuk menyejahterakan masyarakat dan menciderai demokrasi.

"Mari kita lawan segala bentuk politisasi terhadap agama saat pesta demokrasi tahun depan, karena itu sangat menciderai proses demokrasi yang selama ini kita telah bangun. Politisasi agama merupakan cara berpolitik yang tidak rasional," ujar Adriana, Jumat (22/2/2019).

Baca: Adriana Dondokambey Puji Pemerataan Pembangunan yang Dilakukan Jokowi

Baca: Adriana Dondokambey Ajak Warga Sulut Gunakan Produk UMKM Lokal

Baca: Adriana Dondokambey Motivasi Anak Muda Tingkatkan Prestasi Belajar

Adriana menjelaskan, agama bukanlah instrumen politik. Politisasi agama terdapat akan menimbulkan pembohongan-pembohongan publik sehingga ide atau gagasan yang diciptakan akan hilang.

"Agama bukanlah instrumen politik, melainkan suatu kebebasan dan hak asasi manusia yang dilindungi oleh konstitusi. Dengan adanya politisasi agama akan menimbulkan ide-ide yang tercipta untuk menyejahterakan masyarakat akan kabur," katanya.

Ia menambahkan, politasasi agama sama berbahayanya dengan politik pencitraan. Di mana keduanya mengandung unsur kebohongan publik.

Baca: Adriana Dondokambey Ajak Masyarakat Tidak Apatis Terhadap Politik

"Politik pencitraan dan politisasi agama sama berbahanya, karena sama-sama mengandung unsur pembohongan publik. Jadi, masyarakat harus waspada dengan upaya-upaya tersebut yang mungkin akan muncul menjelang pemilihan umum," kata Adriana yang juga mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI Dapil Sulut dari partai PDIP nomor urut 1 tersebut.

Di sisi lain, Adriana mengimbau kepada msyarakat untuk memilih pemimpin yang sudah terbukti kinerjanya tanpa memandang suku, agama dan ras. Hal tersebut untuk mencegah adanya diskriminasi dan menjaga persatuan antar umat beragama.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk memilih pemimpin berdasarkan kinerja serta rekam jejaknya selama ini untuk mencegah adanya diskrimnasi dan menjaga persaudaraan antar umat. Selain itu, pilihlah pemimpin sesuai dengan hati nurani kita," pungkasnya.

Penulis: David_Kusuma
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved