Dituduh Bedak Bayinya Mengandung Asbes, Saham Johnson & Johnson Anjlok

Eksekutif perusahaan tahu bahwa bedak bayi itu mengandung sejumlah kecil asbes, sejak tahun 1971, tetapi sengaja tidak memberitahu secara terbuka

Dituduh Bedak Bayinya Mengandung Asbes, Saham Johnson & Johnson Anjlok
telegraph
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saham Johnson & Johnson anjlok menjadikannya penurunan terbesar dalam 16 tahun terakhir, setelah laporan media menuduh perusahaan itu selama puluhan tahun menyembunyikan adanya asbes dalam produksi bedak bayinya.

Saham grup farmasi dan kosmetik Amerika itu turun 9 persen pada Jumat (14/12/2018), memusnahkan puluhan miliar dolar kapitalisasi pasar perusahaan tersebut.

Laporan kantor berita Reuters pada Jumat mengutip dokumen yang dirilis sebagai bagian dari gugatan di mana penggugat mengklaim bahwa bedak bubuk bayi Johnson & Johnson bisa dikaitkan dengan kanker ovarium.

Dalam laporan disebutkan, para eksekutif perusahaan tahu bahwa bedak bayi itu mengandung sejumlah kecil asbes, sejak sedini tahun 1971, tetapi sengaja tidak memberitahu secara terbuka.

Laporan Reuters itu juga menuduh Johnson & Johnson berusaha, tetapi gagal, mencegah pihak berwenang menurunkan kadar maksimum asbes yang dibolehkan dalam kosmetik berbasis talek.

Johnson & Johnson membantah keras laporan itu, menyebutnya "sepihak, salah, dan menghasut."

Kontroversi itu telah lama merongrong perusahaan itu, yang kewalahan menghadapi lebih dari 10 ribu kasus yang mengklaim bahwa produk Baby Powder dan Shower to Shower menyebabkan kanker ovarium. (*)

Sumber: VOA

Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved