Gempa Sangihe, Jembatan Menuju SMA Tatoareng Ambruk, Siswa ke sekolah dengan Cara Mendaki

Gempa 5,3 skala richter yang menggoncang di Sangihe Selasa (06/11/2018) pagi menyebabkan jembatan menuju SMA negeri 1 Tatoareng rusak parah.

Gempa Sangihe, Jembatan Menuju SMA Tatoareng Ambruk, Siswa ke sekolah dengan Cara Mendaki
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Kepala sekolah SMA Negeri 1 Tatoareng Grace Rompas 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE - Gempa 5,3 skala richter yang menggoncang di Sangihe Selasa (06/11/2018) pagi menyebabkan jembatan menuju SMA negeri 1 Tatoareng rusak parah. 

Kepala sekolah SMA Negeri 1 Tatoareng Grace Rompas mengatakan, gempa membuat jembatan itu ambruk.

Baca: PT Cargill Beri Bantuan untuk Sekolah, Soroangan: Ini Wujud Kepedulian Kami

"Selain itu tangga menuju ruang guru ambruk, " kata dia kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (06/11/2018) di Dinas Pendidikan Sulut.

Ungkap Grace, jembatan itu vital karena merupakan penghubung sekolah dengan pemukiman penduduk.

Dikatakannya, jembatan itu sudah dalam keadaan retak sejak tiga bulan lalu.

"Karena itu sudah tidak kami gunakan," kata dia.

Ungkap dia, rusaknya jembatan menjelmakan kesulitan luar biasa bagi siswa dan guru.

Untuk menuju sekolah, harus turun sedalam empat meter kemudian mendaki dengan susah payah.

Baca: Jenis-Jenis Buah Ini yang Bisa Netralkan Asam Urat Anda

"Kalau hujan benar benar sulit, siswa dan guru tembus sekolah dengan becek becek, " kata dia.

Pernah, kata dia, seorang siswa patah jempol karena celaka saat terpeleset di sana.

Dengan ambruknya jembatan, kata dia, siswa dan guru kian sulit ke sekolah.

Kian seringnya gempa membuat ia khawatir sekolah itu runtuh karena dibangun di atas rawa.

"Kami berharap ada bantuan pemerintah terkait hal ini," kata dia. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved