TribunManado/

Renungan Minggu

RENUNGAN MINGGU : Karakter Buruk Merusak Jati Diri dan Persekutuan

Karakter itu menentukan cara hidup manusia karena manusia akan dikenal dengan karakter yang melekat di dalam dirinya.

RENUNGAN MINGGU : Karakter Buruk Merusak Jati Diri dan Persekutuan
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Pdt Marco Wagey M.Th

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Saudara-saudara yang dikasihi dan diberkati oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Karakter adalah sifat batin yang mempengaruhi pikiran, perilaku, budi pekerti dan tabiat yang dimiliki oleh manusia.

Karakter itu menentukan cara hidup manusia karena manusia akan dikenal dengan karakter yang melekat di dalam dirinya. Jelaslah bahwa karakter itu bisa menentukan jati diri seseorang.

Apabila seseorang berkarakter buruk maka jati dirinya pun akan menjadi buruk, tetapi apabila seseorang berkarakter baik, maka jati dirinya juga akan menjadi baik.

Hubungannya dengan persekutuan dengan Tuhan, karakter itu membantu orang untuk menemukan jati dirinya dalam Tuhan. Orang yang hidup dalam Tuhan pasti akan berkarakter yang baik.

Saudara-saudara, penghukuman atas Edom dalam pembacaan Alkitab Obaja 1:1–16, berisikan mengenai nubuatan penghukuman Allah tentang Edom.

Tindakan penghukuman Allah ini, menunjukan suatu tindakan penghukuman yang universal. Sebelum Edom dihukum, Israel sudah lebih dahulu dihukum karena dosa mereka.

Edom dihukum karena dosa mereka sendiri dan kesalahan Edom dipaparkan dalam ayat 11–14. Mereka memanfaatkan kekacauan dan kepanikan umat Yehuda di Yerusalem yang sedang digempur oleh pasukan Babel.

Mereka menjarah dan ikut membunuh penduduk Yerusalem yang berupaya melarikan diri dari bencana ini. Bagaimana Tuhan menghukum mereka? dengan menjatuhkan kesombongan mereka (ayat 3-4) dan menimpahkan perbuatan jahat mereka ke atas diri mereka sendiri (ayat 15b).

Penghukuman Tuhan terhadap Edom merupakan bukti keadilan Tuhan atas semua bangsa. Edom yang menganggap bahwa mereka adalah bangsa yang hebat tetapi dalam pandangan Allah itu tidak berarti karena kerusakan moral mereka.

Dalam keangkuhannya Edom tidak lagi menyembah Tuhan. Edom telah melupakan Tuhan, dan Edom lupa bahwa Tuhan sanggup melumpuhkan mereka.

Halaman
123
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help