Breaking News
Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Pasar

Era HP Murah China Terancam Berakhir, Harga Smartphone Diprediksi Makin Mahal

Era keemasan smartphone murah buatan China dengan iming-iming "spesifikasi tinggi, harga murah" kini sedang berada di ujung tanduk.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Kolase Tribun Manado/Istimewa
HP CHINA - Era HP Murah China Terancam Berakhir, Harga Smartphone Diprediksi Makin Mahal. Lonjakan harga komponen akibat booming kecerdasan buatan (AI) serta ketegangan geopolitik membuat biaya produksi melonjak, sehingga harga smartphone diprediksi ikut naik dan perangkat murah kian sulit ditemukan di pasaran.  

Ringkasan Berita:
  • Harga chip memori melonjak akibat kebutuhan server AI, setelah produsen seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology mengalihkan produksi ke memori untuk pusat data AI.
  • Vendor ponsel China seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo tertekan karena biaya komponen naik, sehingga harga ponsel menengah meningkat.
  • Krisis diperparah konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok, membuat ponsel murah makin langka dan industri smartphone diprediksi memasuki fase baru.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Era ponsel murah dengan spesifikasi tinggi dari vendor China mulai terancam.

Lonjakan harga komponen akibat booming kecerdasan buatan (AI) serta ketegangan geopolitik membuat biaya produksi melonjak, sehingga harga smartphone diprediksi ikut naik dan perangkat murah kian sulit ditemukan di pasaran. 

Selama lebih dari satu dekade mendominasi pasar global, model bisnis yang mengandalkan margin tipis ini mulai goyah dihantam tekanan besar.

Baca juga: Gempa Guncang Lagi di Bitung Sulut Siang Ini Selasa 7 April 2026, Info BMKG Sudah 2 Kali

Faktor pemicu utamanya adalah lonjakan harga chip memori imbas booming kecerdasan buatan (AI) di seluruh dunia. Kondisi ini kemudian diperparah oleh ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasok semikonduktor global.

Jika tren ini terus berlanjut, analis memprediksi industri smartphone akan memasuki fase baru yang suram. Ponsel murah tak lagi ramah kantong, dan pelan-pelan akan semakin langka ditemukan di pasaran.

Tanda-tanda krisis ini sebenarnya sudah terlihat saat ajang Mobile World Congress (MWC) digelar di Barcelona awal Maret lalu.

Sejumlah vendor memamerkan perangkat terbaru, tetapi mereka tampak kebingungan mematok harga final. Padahal dalam kondisi normal, harga ritel sudah dikunci jauh hari sebelum produk diumumkan.

Xiaomi, misalnya, nekat mengumumkan ponsel seri terbarunya seharga 999 euro (sekitar Rp 19,5 juta) di atas panggung.

Namun, para analis meyakini harga tersebut sangat mungkin direvisi saat produk benar-benar mendarat di toko. Situasi ini terjadi murni karena biaya komponen utama, yakni chip memori, sedang bergejolak sangat liar.

Korban "booming" AI

Akar masalah dari krisis ini bermula dari meledaknya permintaan chip memori untuk menunjang pusat data AI.

Server AI membutuhkan jenis memori berkecepatan tinggi yang disebut high-bandwidth memory (HBM), yang umumnya dipasangkan dengan unit pengolah grafis (GPU) andalan seperti buatan Nvidia.

Merespons tingginya permintaan ini, produsen memori raksasa, seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology langsung memutar haluan. M

ereka mengalihkan sebagian besar kapasitas produksinya dari memori konvensional (untuk ponsel dan PC) menjadi memori khusus server AI yang lebih menguntungkan.

Imbasnya fatal, pasokan memori untuk perangkat konsumen seperti smartphone dan laptop menjadi sangat langka.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved