Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penikaman Mat Ular

Mat Ular Korban Penikaman di Lorong Anoa Manado Sempat Hilang Kesadaran Selama 4 Jam

Istri Muhammad Chalim alias Mat Ular mengungkapkan, sang suami sempat tak sadarkan diri selama 4 jam.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Frandi Piring
Tribun Manado/Petrick Sasauw
PASIEN - Potret Muhammad Chalim alias Mat Ular yang dirawat di RSUP Kandou Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Kamis (7/5/2026). Istri Mat Ular mengungkapkan, sang suami sempat tak sadarkan diri selama 4 jam. 

Warga juga menduga ada pelaku yang berasal dari luar lingkungan Teling Bawah. 

Hal itu dilihat dari beberapa wajah yang dianggap tidak dikenal oleh masyarakat setempat.

“Ada yang kami tidak kenal. Sepertinya bukan orang sini,” ungkapnya.

Menurut dia, penganiayaan terjadi di acara malam duka almarhum Michael Lantu.

“Kemungkinan sudah minum semua jadi terjadi perkelahian,” tuturnya. 

PELAKU - Para pelaku penikaman terhadap Mat Ular di Lorong Anoa, Kelurahan Teling Bawah, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Selasa (5/5/2026). Sebelum kejadian, Mat Ular dan para pelaku sempat berinteraksi bersama di salah satu rumah duka.
PELAKU - Para pelaku penikaman terhadap Mat Ular di Lorong Anoa, Kelurahan Teling Bawah, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Selasa (5/5/2026). Sebelum kejadian, Mat Ular dan para pelaku sempat berinteraksi bersama di salah satu rumah duka. (Istimewa)

Sosok Muhammad Chalim

Mengutip tayangan YouTube Al-Fatah 21R, yang tayang pada 1 Juli 2021, Muhammad Chalim atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mat Ular.

Muhammad Chalim adalah mantan seorang preman asal Kota Manado.

Ia dikenal sebagai Preman Kairagi pada masanya.

Mat Ular tak hanya dikenal di Kota Manado, namun juga terkenal di kalangan preman di daerah Palu dan Makassar.

Dulunya, Mat Ular sering keluar masuk penjara akibat kasus pembunuhan.

Namun, Mat Ular mendapat Hidayah hingga akhirnya memilih hijrah. 

Mat Ular kemudian memantapkan diri untuk meninggalkan dunia gelap premanisme, memilih untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta dan ikut ambil bagian dalam Dakwah Wa Tabligh untuk memperbaiki diri. (Pet/Edi)

Baca juga: Kisah Mat Ular Preman Manado yang Hijrah, Kerap Bersih-bersih dan Memasak di Mesjid

Sumber: Tribun Manado
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved