Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penikaman Mat Ular

Mat Ular Korban Penikaman di Lorong Anoa Manado Sempat Hilang Kesadaran Selama 4 Jam

Istri Muhammad Chalim alias Mat Ular mengungkapkan, sang suami sempat tak sadarkan diri selama 4 jam.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Frandi Piring
Tribun Manado/Petrick Sasauw
PASIEN - Potret Muhammad Chalim alias Mat Ular yang dirawat di RSUP Kandou Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Kamis (7/5/2026). Istri Mat Ular mengungkapkan, sang suami sempat tak sadarkan diri selama 4 jam. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Korban penganiayaan berujung penikaman di Lorong Anoa, Kelurahan Teling Bawah, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, Muhammad Chalim alias Mat Ular masih dirawat di Rumah Sakit RSUP Prof Kandou Malalayang Manado, Kamis (7/5/2206).

Kondisi Mat Ular sudah mulai membaik, meski sempat tak sadarkan diri selama 4 jam. Hal itu diungkap sang istri.

Istri Mat Ular pun menceritakan detik-detik dirinya mendapat kabar sang suami telah menjadi korban penganiayaan.

Ia mengaku, firasatnya sudah tidak enak sejak menerima telepon dari salah satu teman suaminya yang merupakan anggota polisi.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (5/5/2026) malam.

Saat itu, mereka masih berada di rumah dan sang suami tengah bersiap pergi ke rumah duka yang kemudian menjadi lokasi penikaman.

Biasanya, ia selalu ikut bersama sang suami. Namun hari itu, dirinya memilih tinggal di rumah karena sedang kurang enak badan.

“Saya bilang dia saja yang pergi, saya lagi kurang enak badan. Waktu itu dia pergi dengan dua temannya ke lokasi,” ujarnya saat diwawancarai tim Tribunmanado.co.id di ruang inap RSUP Prof Kandou Malalayang, Kota Manado, Kamis (7/5/2026) siang.

Ia mengatakan, salah satu teman yang ikut bersama korban merupakan anggota polisi.

Sementara itu, dirinya memilih beristirahat di rumah.

Beberapa saat kemudian, salah satu kerabat sudah pulang ke rumah.

“Saya tanya, mana dia (suami). Katanya masih di acara duka, belum mau pulang,” katanya.

Tak lama berselang, telepon dari teman suaminya yang anggota polisi masuk. 

Perasaannya langsung berubah tidak enak. kata dia, jika kerabat tersebut menelponnya, pasti ada sesuatu yang terjadi pada sang suami.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved