Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penikaman Mat Ular

Mat Ular Korban Penikaman di Lorong Anoa Manado Sempat Hilang Kesadaran Selama 4 Jam

Istri Muhammad Chalim alias Mat Ular mengungkapkan, sang suami sempat tak sadarkan diri selama 4 jam.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Frandi Piring
Tribun Manado/Petrick Sasauw
PASIEN - Potret Muhammad Chalim alias Mat Ular yang dirawat di RSUP Kandou Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Kamis (7/5/2026). Istri Mat Ular mengungkapkan, sang suami sempat tak sadarkan diri selama 4 jam. 
Ringkasan Berita:

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Korban penganiayaan berujung penikaman di Lorong Anoa, Kelurahan Teling Bawah, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, Muhammad Chalim alias Mat Ular masih dirawat di Rumah Sakit RSUP Prof Kandou Malalayang Manado, Kamis (7/5/2206).

Kondisi Mat Ular sudah mulai membaik, meski sempat tak sadarkan diri selama 4 jam. Hal itu diungkap sang istri.

Istri Mat Ular pun menceritakan detik-detik dirinya mendapat kabar sang suami telah menjadi korban penganiayaan.

Ia mengaku, firasatnya sudah tidak enak sejak menerima telepon dari salah satu teman suaminya yang merupakan anggota polisi.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (5/5/2026) malam.

Saat itu, mereka masih berada di rumah dan sang suami tengah bersiap pergi ke rumah duka yang kemudian menjadi lokasi penikaman.

Biasanya, ia selalu ikut bersama sang suami. Namun hari itu, dirinya memilih tinggal di rumah karena sedang kurang enak badan.

“Saya bilang dia saja yang pergi, saya lagi kurang enak badan. Waktu itu dia pergi dengan dua temannya ke lokasi,” ujarnya saat diwawancarai tim Tribunmanado.co.id di ruang inap RSUP Prof Kandou Malalayang, Kota Manado, Kamis (7/5/2026) siang.

Ia mengatakan, salah satu teman yang ikut bersama korban merupakan anggota polisi.

Sementara itu, dirinya memilih beristirahat di rumah.

Beberapa saat kemudian, salah satu kerabat sudah pulang ke rumah.

“Saya tanya, mana dia (suami). Katanya masih di acara duka, belum mau pulang,” katanya.

Tak lama berselang, telepon dari teman suaminya yang anggota polisi masuk. 

Perasaannya langsung berubah tidak enak. kata dia, jika kerabat tersebut menelponnya, pasti ada sesuatu yang terjadi pada sang suami.

“Saat diangkat, dia bilang sekarang ke rumah sakit, suami saya dilarikan ke sana,” ujarnya.

Ia langsung mengetahui telah terjadi sesuatu terhadap suaminya.

Korban saat itu dilarikan ke RS Robert Wolter Monginsidi Teling.

Saat tiba di rumah sakit, ia mengaku syok melihat kondisi suaminya yang sudah bersimbah darah.

“Darah sampai di lantai rumah sakit,” katanya.

Ketika itu, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Sekitar empat jam kemudian, korban baru mulai sadar.

Setelah mendapat penanganan awal, korban kemudian dirujuk ke RSUP Prof Kandou Malalayang untuk menjalani perawatan lanjutan.

Ia bersyukur sang suami masih diberi keselamatan dalam insiden tersebut.

Menurutnya, sang suami saat ini bekerja sebagai pekerja tambang di Tatelu dan dikenal sebagai sosok yang penuh tanggung jawab terhadap keluarga.

Kondisi Terkini Mat Ular 

Tim Tribunmanado.co.id berkunjung ke RS, Kamis siang, sekitar pukul 13.30 Wita.

Di lokasi ruang inap, Mat Ular tampak terbaring di ranjang pasien.

Di tangannya terpasang infus. Ia juga mengenakan masker oksigen yang menutupi mulut serta hidung.

Sejumlah luka tikaman di tubuh korban sudah dibalut perban.

Pada bagian luka sebelah rusuk kanan terpasang sebuah selang.

Meski terlihat lemah, korban masih dalam kondisi sadar. Ia bisa berkomunikasi dengan lancar, meski tidak banyak berbicara.

MEMBAIK - Korban penikaman di Lorong Anoa, Teling Bawah, Kota Manado, Muhammad Chalim alias Mat Ular, masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof Kandou Malalayang,Kamis (7/5/2026). Meski terlihat lemah, korban masih dalam kondisi sadar.
PASIEN - Korban penikaman di Lorong Anoa, Teling Bawah, Kota Manado, Muhammad Chalim alias Mat Ular, masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof Kandou Malalayang,Kamis (7/5/2026). Meski terlihat lemah, korban masih dalam kondisi sadar. (Tribun Manado/Petrick Imanuel Sasauw)

Sang istri tampak setia menemani di ruangan perawatan di temani sang kakak korban.

Ada dua kerabat yang datang membesuk di ruangan tersebut.

“Tadi ada lagi yang datang besuk. Dari pagi sampai sekarang baru selesai,” ujar korban kepada Tribunmanado.co.id.

Istri korban mengatakan kondisi suaminya mulai membaik dan sudah bisa berkomunikasi dengan baik.

Menurutnya, terdapat enam luka tusuk di tubuh korban.

“Sda enam pak, empat di bagian belakang, dua di bagian depan,” katanya sambil menunjukkan bagian luka.

Ia menjelaskan, korban tidak menjalani operasi, namun mendapat tindakan medis pada luka di bagian rusuk kanan untuk mengeluarkan angin yang berdampak pada paru-paru.

“Saat ini kondisinya masih dipantau dokter bedah, masih melihat kondisi ke depan seperti apa,” sambungnya.

Meski masih terbaring lemah, Mat Ular tetap menyapa dengan ramah sebelum kembali beristirahat.

Pihak keluarga bersyukur korban masih selamat dalam insiden penikaman tersebut.

Hingga kini korban masih menjalani perawatan dan diperkirakan masih membutuhkan waktu pemulihan lebih lanjut. 

Baca juga: Kondisi Terkini Mat Ular Eks Preman Manado yang Ditikam di Teling Bawah, 6 Luka, Begini Kata Korban

Terduga Pelaku Diduga Lebih dari 4 Orang

Empat tersangka dalam kasus penganiayaan berujung penikaman terhadap pria yang dikenal dengan julukan Mat Ular telah diringkus personel Polresta Manado.

Menurut informasi yang didapat di lokasi kejadian, warga menyebut pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut diduga lebih dari empat orang.

“Banyak sekali yang lakukan penganiayaan, kita juga tidak bisa pastikan siapa-siapa saja soalnya sudah kacau jadi lebih dari 4 orang,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak ditulis, Rabu (6/5/2026).

Warga juga menduga ada pelaku yang berasal dari luar lingkungan Teling Bawah. 

Hal itu dilihat dari beberapa wajah yang dianggap tidak dikenal oleh masyarakat setempat.

“Ada yang kami tidak kenal. Sepertinya bukan orang sini,” ungkapnya.

Menurut dia, penganiayaan terjadi di acara malam duka almarhum Michael Lantu.

“Kemungkinan sudah minum semua jadi terjadi perkelahian,” tuturnya. 

PELAKU - Para pelaku penikaman terhadap Mat Ular di Lorong Anoa, Kelurahan Teling Bawah, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Selasa (5/5/2026). Sebelum kejadian, Mat Ular dan para pelaku sempat berinteraksi bersama di salah satu rumah duka.
PELAKU - Para pelaku penikaman terhadap Mat Ular di Lorong Anoa, Kelurahan Teling Bawah, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Selasa (5/5/2026). Sebelum kejadian, Mat Ular dan para pelaku sempat berinteraksi bersama di salah satu rumah duka. (Istimewa)

Sosok Muhammad Chalim

Mengutip tayangan YouTube Al-Fatah 21R, yang tayang pada 1 Juli 2021, Muhammad Chalim atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mat Ular.

Muhammad Chalim adalah mantan seorang preman asal Kota Manado.

Ia dikenal sebagai Preman Kairagi pada masanya.

Mat Ular tak hanya dikenal di Kota Manado, namun juga terkenal di kalangan preman di daerah Palu dan Makassar.

Dulunya, Mat Ular sering keluar masuk penjara akibat kasus pembunuhan.

Namun, Mat Ular mendapat Hidayah hingga akhirnya memilih hijrah. 

Mat Ular kemudian memantapkan diri untuk meninggalkan dunia gelap premanisme, memilih untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta dan ikut ambil bagian dalam Dakwah Wa Tabligh untuk memperbaiki diri. (Pet/Edi)

Baca juga: Kisah Mat Ular Preman Manado yang Hijrah, Kerap Bersih-bersih dan Memasak di Mesjid

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved