Jumat, 15 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sangihe Sulawesi Utara

Daftar 4 Kampung di Sangihe yang Mulai Dilanda Krisis Air Bersih, Sumber Air Utama Mengering

4 Kampung yang terdampak meliputi Kahakitang, Dalako Bembanehe, Kalama Lindongan III, serta Para I di Pulau Salingekere.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Dokumen Pribadi
KRISIS AIR - Musim kemarau yang melanda wilayah kepulauan Kabupaten Kepulauan Sangihe mulai memicu krisis air bersih di Kecamatan Tatoareng, Jumat (24/04/2026). Daftar 4 Kampung di Sangihe yang Mulai Dilanda Krisis Air Bersih, Sumber Air Utama Mengering 

“Warga di Lindongan III sangat membutuhkan suplai air bersih. Jika tidak segera ditangani, ini bisa berkembang menjadi krisis yang lebih serius,” ujarnya.

Sementara itu, warga Kampung Para I di Pulau Salingekere juga mulai merasakan dampak serupa, dengan keterbatasan air untuk kebutuhan dasar seperti minum, memasak, dan sanitasi.

Kepala BPBD Sangihe, Wandu Labesi, mengatakan pihaknya siap menyalurkan bantuan air bersih.

Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu laporan resmi dari pemerintah kecamatan dan kampung terdampak.

“Kami siap bergerak, tetapi perlu data dan permohonan resmi. Jika sudah diterima, penyaluran bantuan akan segera dilakukan, termasuk kemungkinan penetapan status bencana daerah,” jelasnya.

Pemerintah Kecamatan Tatoareng melalui Sekretaris Kecamatan, Redtnus Makamea, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan dan menyiapkan pengajuan bantuan ke pemerintah kabupaten.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kampung untuk memastikan data akurat. Permohonan bantuan air bersih sedang diproses agar penanganan bisa segera dilakukan,” katanya.

Krisis air ini tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi warga seperti pertanian dan peternakan. Bahkan, anak-anak harus membantu orang tua mencari air sebelum berangkat sekolah.

Warga kini terpaksa menghemat penggunaan air secara ketat, termasuk mengurangi frekuensi mandi dan mencuci.

Kondisi ini juga berpotensi memicu masalah kesehatan akibat keterbatasan sanitasi.

Jika kemarau terus berlanjut tanpa penanganan cepat, krisis air di Tatoareng dikhawatirkan akan berkembang menjadi bencana kemanusiaan skala lokal.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan menyalurkan bantuan air bersih.

Distribusi air dinilai sebagai langkah paling mendesak untuk meringankan beban warga di tengah kondisi yang semakin sulit.

“Air adalah kebutuhan utama. Kami sangat berharap ada bantuan secepatnya,” ujar salah satu warga Dalako Bembanehe.

Dengan tantangan geografis wilayah kepulauan, penanganan krisis ini membutuhkan langkah cepat, koordinasi yang solid, serta perhatian serius agar dampaknya tidak semakin meluas.

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved