Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Klaim Program Makan Bergizi Gratis 99,99 Persen Berhasil
Presiden Prabowo mengatakan keberhasilan program MBG ini dibandingkan insidennya, sudah pada angka 99,99 persen.
Ringkasan Berita:
- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti hasil penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejauh ini setelah diterapkan sejak Januari 2025 lalu.
- Prabowo mengatakan keberhasilan program ini dibandingkan insidennya, sudah pada angka 99,99 persen.
- Presiden juga menyampaikan capaian tersebut selaras dengan pelaksanaan program MBG yang telah menjangkau 36,2 juta penerima manfaat sejak diluncurkan pada Januari lalu.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti hasil penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejauh ini setelah diterapkan sejak Januari 2025 lalu.
Presiden ke-8 RI ini menegaskan bahwa program MBG telah mencapai tingkat keberhasilan 99,99 persen sesuai dengan target yang ditetapkannya, yaitu zero error.
Presiden Prabowo mengatakan keberhasilan program ini dibandingkan insidennya, sudah pada angka 99,99 persen.
Meski begitu ia mengakui bahwa pelaksanaan kini masih ada yang belum sempurna.
"Jadi, di mana ada usaha manusia 99,99 persen berhasil, dibilang gagal," ujar Presiden Prabowo.
Prabowo pun menegaskan, pihaknya bertekad agar tidak ada lagi kasus keracunan yang terjadi terkait program MBG ini.
“Kita mau zero error! Zero defect! Walaupun sangat sulit, tapi kita harus," pungkasnya.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Mahasiswa Baru di Universitas Kebangsaan RI (UKRI), Bandung, Sabtu 18 Oktober 2025.
Presiden Prabowo menyampaikan capaian tersebut selaras dengan pelaksanaan program MBG yang telah menjangkau 36,2 juta penerima manfaat sejak diluncurkan pada Januari lalu.
Totalnya sudah lebih dari 1,4 miliar porsi makanan bergizi kepada masyarakat penerima manfaat di berbagai daerah.
Program MBG juga menggerakkan roda perekonomian lokal melalui pembentukan 12.205 dapur komunitas, dengan masing-masing dapur memperkerjakan sekitar 50 orang tenaga kerja, selain berfokus pada ketahanan pangan.
“Masing-masing dapur melahirkan 15 pemasok bahan makanan di desa. Setiap pemasok mempekerjakan 5 hingga 10 pekerja, termasuk para petani,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menambahkan, capaian tersebut menjadi salah satu prestasi yang kini menarik perhatian dunia internasional.
Ia juga mengungkapkan bahwa baru-baru ini menerima kunjungan perwakilan Rockefeller Institute, lembaga internasional yang fokus pada isu pangan, pengentasan kemiskinan, dan pemberantasan kelaparan.
“Program yang sedang dijalankan oleh Indonesia ini menjadi perhatian global. Saat pertama kali kita memulai MBG, baru ada 77 negara yang melaksanakan program serupa. Indonesia waktu itu menjadi negara ke-78 atau ke-79. Sekarang sudah ada 112 negara, dan sebagian besar meniru konsep kita,” kata Presiden Prabowo.
Presiden berlatar belakang TNI ini juga menyebut Indonesia menjadi salah satu negara tercepat di dunia dalam melaksanakan program makan bergizi gratis.
Indonesia berhasil menjangkau 36,2 juta penerima manfaat dalam waktu kurang dari setahun.
Apabila dibandingkan progres capaian yang di negara lain, Brasil membutuhkan waktu hingga 11 tahun.
Program MBG diluncurkan pada 6 Januari 2025 yang menargetkan 82,9 penerima mulai dari siswa SD hingga SMU/sederajat.
Program ini bertujuan untuk memastikan anak Indonesia memiliki gizi yang cukup dan seimbang sebagai pondasi penting bagi tumbuh kembang anak.
Program MBG juga sudah sesuai janji Prabowo Subianto saat kampanye calon presiden di Pilpres 2024 lalu.
Anggaran Program MBG 2026 Rp 300 Triliun
Anggaran untuk program prioritas Presiden RI Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 akan naik menjadi Rp 300 triliun.
Hal itu disampaikan Sri Mulyani saat masih menjabat Menteri Keuangan (Menkeu) dalam acara Sarasehan Nasional Ekonomi Syariah Refleksi Kemerdekaan RI secara virtual, Rabu (13/8/2025) lalu.
"Makan bergizi gratis tahun ini Rp 71 triliun, kita cadangkan tambahan Rp 100 triliun, tahun depan kalau Pak Rahmat (Menteri Bappenas) tahu sekali, kalau 8,2 juta akan mendapatkan itu lebih dari Rp 300 triliun," ujar Sri Mulyani, dikutip dari Tribunnews.com.
Sri Mulyani menjelaskan, rantai pasok program MBG ini bisa diintegrasikan dengan pengembangan industri halal dan menjadi peluang besar bagi pelaku ekonomi syariah untuk ikut berperan.
Selain MBG, ia juga menyebut program koperasi merah putih yang direncanakan bisa mencapai lebih dari Rp250 triliun dengan catatan setiap desa dan kelurahan mendapat alokasi Rp2,5 miliar.
"Pertanyaan saya kepada kita semua, teman-teman yang bekerja di ekonomi syariah mampu enggak menginfiltrasi nilai-nilai ekonomi syariah di dalam tata kelola ekonomi koperasi merah putih, karena wadahnya sudah dibuat isinya ada," ungkap dia dalam acara tersebut.
Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa anggaran program MBG tahun 2026 berkisar pada angka Rp300 triliun.
"Mungkin sekitar Rp 300 triliun di tahun depan," ujar Luhut dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta, Kamis (12/6/2025) seperti dikutip dari Kompas.
Luhut menyebut, jika program ini dijalankan dengan baik dan penuh pengawasan, maka MBG akan menciptakan pemerataan ekonomi dan simpul-simpul ekonomi baru di berbagai daerah.
"Kalau itu dilaksanakan dengan baik, tentu harus detail kita awasi bersama-sama. Kita beri masukan-masukan," tambah mantan Menko Maritim RI ini.
Program MBG ini disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebanyak 1.087 unit secara nasional.
Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hingga 21 Mei 2025 menunjukkan, program MBG telah mencapai realisasi anggaran sebesar Rp3 triliun dan telah menjangkau 3.977.514 orang penerima manfaat.
Sebelumnya, alokasi anggaran program MBG pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hanya Rp71 triliun, kemudian naik Rp100 triliun. Jadi totalnya Rp171 triliun untuk tahun 2025.
Adapun, MBG adalah program pemberian makan gratis kepada pelajar yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal 2025 sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.
Tujuan utama program ini yaitu untuk mengatasi stunting dan malnutrisi, meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar anak, mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM, petani dan nelayan.
Baca juga: Akhirnya Terungkap Menu MBG yang Diduga Jadi Penyebab Keracunan Siswa SDN Margamulya Singaparna
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Penyaluran MBG di Desa Sea Berjalan Lancar, 243 Siswa SD Katolik St Thomas Aquino Terima Manfaat |
|
|---|
| Akhirnya Terungkap Penyebab Ada Kandungan Sianida di Menu MBG, Kapolres: Tentu Sangat Berbahaya |
|
|---|
| Susunan Lengkap Tim Koordinasi MBG yang Dibentuk Presiden Prabowo, Targetkan “Zero Error” |
|
|---|
| Viral Ada Tahu Goreng Isi Plester di Makanan MBG, Pihak Dapur SPPG Minta Maaf: Akan Lebih Teliti |
|
|---|
| Makan Bergizi Gratis di Makassar Disorot, Siswa Temukan Ulat di Brokoli, Dua Sekolah Terdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Prabowo-Subianto-sebut-program-MBG-telah-mencapai-tingkat-keberhasilan-9999-persen.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.