Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tabrakan Kereta di Bekasi

Daftar Nama 16 Korban Tewas Kecelakaan KRL Bekasi Timur: Ada Guru, Nakes, hingga Mahasiswi

Di balik korban tewas tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek, terdapat perempuan dari berbagai profesi.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Tribunnews.com
KORBAN - Update Kecelakaan Kereta di Bekasi. Daftar Nama 16 Korban Tewas Kecelakaan KRL Bekasi Timur: Ada Guru, Nakes, hingga Mahasiswi 

Ringkasan Berita:
  • Korban tewas mencapai 16 orang, terdiri dari berbagai profesi seperti guru, perawat, tenaga medis, pekerja media, hingga mahasiswa.
  • Para korban dikenal aktif berkontribusi di masyarakat, mulai dari dunia pendidikan, kesehatan, hingga layanan publik.
  • Selain korban jiwa, puluhan penumpang luka masih dirawat, sementara kecelakaan dipicu insiden awal KRL menabrak taksi sebelum tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Duka mendalam menyelimuti tragedi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Para korban yang tewas bukan sekadar angka mereka adalah guru, tenaga kesehatan, hingga mahasiswi yang malam itu pulang seperti biasa, namun tak pernah sampai ke rumah.

Melansir Kompas.com, Di balik korban tewas tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek, terdapat perempuan dari berbagai profesi, mulai dari guru, tenaga kesehatan, hingga mahasiswi.

Mereka pada malam itu, Senin (27/4/2026) pulang seperti biasa, tapi tak pernah kembali dari Stasiun Bekasi Timur.

Baca juga: Terungkap Awal Mula Tabrakan Kereta di Bekasi, Sopir Taksi Paksa Terobos Palang dan Keluar Kendaraan

Di antara nama-nama itu, ada Nurlaela (39), seorang guru di SDN Pulogebang 11 Jakarta Timur yang sehari-hari mengabdikan diri sebagai pendidik.

Ada pula Ida Nuraida (48) yang selama ini berada di garis depan pelayanan kesehatan sebagai perawat di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.

Korban lainnya, Farida Utami (50), bertugas di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, ruang yang menjadi tempat penanganan pasien dalam kondisi darurat.

Peran di tengah masyarakat juga dijalani Nuryati (41), kader PKK sekaligus Jumantik (Juru Pemantau Jentik) di Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sebagian korban masih menempuh pendidikan.

Nur Alimantun Citra Lestari (19) tercatat sebagai mahasiswi Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti, sementara Gita Septia Wardany (20) belajar di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika.

Sebagian lainnya telah menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia kerja.

Vica Acnia Fratiwi (23) merupakan alumnus Teknik Elektro Universitas Lampung angkatan 2020.

Arinjani Novita Sari (25) adalah alumnus President University jurusan Akuntansi angkatan 2019, dan Adelia Rifani tercatat sebagai alumnus Teknik Geofisika Universitas Brawijaya angkatan 2018.

Ada juga pekerja media, Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32) bekerja di Kompas TV sebagai bagian dari News Production Support Department.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved