Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wajib Tahu

Daftar 18 Spesies Asing Invasif di Perairan Indonesia, Tak Hanya Ikan Sapu-sapu

Pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak boleh berhenti pada pembersihan.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Istimewa/HO
WAJIB TAHU - Ikan sapu-sapu. Daftar 18 Spesies Asing Invasif di Perairan Indonesia, Tak Hanya Ikan Sapu-sapu 

Ringkasan Berita:
  • Peneliti BRIN menegaskan ikan sapu-sapu bukan satu-satunya ancaman, karena terdapat 50 spesies asing di perairan Indonesia dan 18 di antaranya bersifat invasif yang merusak ekosistem.
  • Selain sapu-sapu, ikan Red Devil menjadi ancaman serius karena populasinya meningkat dan dilaporkan merusak ikan lokal di Danau Toba hingga Danau Batur.
  • BRIN meminta pemerintah menyusun strategi nasional pengendalian spesies invasif secara terintegrasi.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dominasi ikan sapu-sapu di sejumlah perairan menjadi alarm serius bagi ekosistem Indonesia.

Peneliti BRIN mengungkap, spesies tersebut hanyalah satu dari puluhan ikan asing yang telah masuk ke perairan nasional, bahkan 18 di antaranya tergolong invasif dan berpotensi mengancam keberadaan ikan lokal jika tidak segera dikendalikan.

Namun, pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak boleh berhenti pada pembersihan kanal-kanal Ibu Kota semata.

Baca juga: Nama 7 Kepala Dinas dan Badan Pemkab Minut yang Baru Dilantik, Juga Ada 5 Pejabat Adminstrator

Peneliti PRLSDA BRIN, Triyanto, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu hanyalah satu dari sekian banyak "penjajah" di ekosistem perairan darat kita.

Melalui Kelompok Riset Produktivitas Ekosistem Perairan Darat, BRIN telah memetakan keberadaan spesies-spesies tersebut.

“Supaya masyarakat, pemerintah, dan para pemerhati lingkungan tidak hanya fokus di ikan sapu-sapu ya. Karena ikan sapu-sapu ini hanya salah satu contoh dari sekian ikan invasif yang sebenarnya sudah ada di Indonesia,” ujar Triyanto saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/4/2026).

50 Jenis Spesies Asing, 18 Sifatnya Invasif

Berdasarkan publikasi ilmiah yang disusun oleh tim peneliti BRIN, tercatat ada total 50 jenis spesies asing (alien species) yang masuk ke perairan Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 18 jenis di antaranya telah teridentifikasi memiliki sifat invasif artinya mereka tidak hanya menetap, tetapi juga mendominasi dan merusak keseimbangan ekosistem lokal.

Salah satu yang kini menjadi ancaman serius selain ikan sapu-sapu adalah ikan Red Devil.

Spesies ini dilaporkan telah merusak populasi ikan lokal di lokasi-lokasi strategis.

“Kalau ikan lainnya mungkin sudah pernah mendengar istilah ikan Red Devil yang marak di Danau Toba, Waduk Jatiluhur, dan Waduk Cirata. Atau mungkin di perairan Indonesia yang lain seperti Danau Batur. Populasinya sudah juga meningkat di lokasi-lokasi tersebut,” jelas Triyanto.

Perlu Antisipasi Menyeluruh

Triyanto menekankan bahwa keberadaan jenis asing invasif (JAI) ini merupakan kasus yang sudah tersebar luas dan membutuhkan kebijakan pengendalian yang terintegrasi, bukan sekadar aksi seremonial di satu wilayah.

“Keberadaan ikan alien yang sifatnya invasif ini menurut kami harus segera diantisipasi atau dikendalikanlah populasinya. Jadi ikan sapu-sapu yang marak di Jakarta ini hanya salah satu bagian dari sudah adanya kasus terhadap penyebaran ikan invasif ini,” tambahnya.

Fenomena di Jakarta harus dijadikan momentum bagi pemerintah untuk menyusun strategi nasional pengendalian ikan invasif.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved