Senin, 8 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gunung Dukono Erupsi

Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi , Kolom Abu Capai 4 Km, Warga Diminta Waspada

Berdasarkan laporan hingga 3–4 April 2026, Gunung Dukono mengalami letusan dengan intensitas cukup tinggi.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Kolase Tribun Manado
ERUPSI - Gunung Dukono, salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada awal April 2026. 

Berikut Fakta-fakta Gunung Dukono Erupsi:

Gunung Dukono adalah gunung api aktif yang terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara.

Saat ini, gunung tersebut berada dalam status Waspada (Level II) menyusul rangkaian erupsi yang terjadi baru-baru ini.

Update Aktivitas Terkini (April 2026)

Hingga laporan terbaru pada 3-4 April 2026, Gunung Dukono mengalami beberapa kali erupsi dengan intensitas yang signifikan: 

Erupsi Dahsyat (3 April Malam): Terjadi letusan pada pukul 22:18 WIT dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 3.000 meter di atas puncak.

Semburan Abu Maksimum: Pada hari yang sama (3 April), teramati kolom abu setinggi 4.000 meter yang menyelimuti wilayah sekitar Halmahera Utara.

Intensitas Tinggi: Gunung ini sempat mengalami tiga kali erupsi hanya dalam kurun waktu 1,5 jam, menunjukkan aktivitas tektonik yang sangat dinamis.
 
Rekomendasi Keselamatan

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan imbauan sebagai berikut:

Radius Bahaya: Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 km dari puncak.

Perlindungan Pernapasan: Warga diimbau untuk selalu menyediakan dan menggunakan masker guna menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

Kewaspadaan Abu: Sebaran abu mengikuti arah angin, sehingga area yang terdampak dapat berubah-ubah secara periodik. 
 
Karakteristik Gunung

Lokasi: Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.

Ketinggian: Puncak gunung berada pada 1.335 mdpl, namun titik letusan baru-baru ini mencapai ketinggian total sekitar 4.087 - 5.087 meter di atas permukaan laut jika dihitung dari kolom abunya.

Pemicu: Aktivitas sering dipicu oleh dinamika tektonik di Pulau Halmahera yang terhubung dengan pergerakan subduksi ganda Lempeng Laut Maluku

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved