Gunung Dukono Erupsi
Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi , Kolom Abu Capai 4 Km, Warga Diminta Waspada
Berdasarkan laporan hingga 3–4 April 2026, Gunung Dukono mengalami letusan dengan intensitas cukup tinggi.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Ringkasan Berita:
- Gunung Dukono di Halmahera Utara berstatus Waspada (Level II) setelah mengalami erupsi beruntun pada 3–4 April 2026.
- Letusan melontarkan abu hingga 3.000–4.000 meter, bahkan terjadi tiga kali erupsi dalam 1,5 jam, menunjukkan aktivitas vulkanik yang sangat dinamis.
- Masyarakat diminta menjauhi radius 4 km dari kawah, menggunakan masker, serta waspada terhadap sebaran abu yang berubah mengikuti arah angin.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Gunung Dukono, salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada 3 April 2026 pukul 17.28 WIT.
Saat ini, gunung tersebut berada pada status Waspada (Level II) menyusul rangkaian erupsi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan laporan hingga 3–4 April 2026, Gunung Dukono mengalami letusan dengan intensitas cukup tinggi.
Baca juga: Puncak Kaisomaru Jadi Primadona Baru Gorontalo, Sunset dan Camping dengan View Laut Jadi Daya Tarik
Pada Jumat (3/4) malam sekitar pukul 22.18 WIT, terjadi erupsi yang melontarkan kolom abu hingga mencapai 3.000 meter di atas puncak.
Bahkan pada hari yang sama, semburan abu sempat teramati mencapai ketinggian maksimum hingga 4.000 meter, menyelimuti sebagian wilayah Halmahera Utara.
Aktivitas gunung ini juga terpantau sangat dinamis, dengan tiga kali erupsi terjadi hanya dalam kurun waktu sekitar 1,5 jam.
Menanggapi kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan.
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang.
Selain itu, warga diminta selalu menggunakan masker guna menghindari dampak abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.
Sebaran abu juga dapat berubah-ubah mengikuti arah angin, sehingga masyarakat diminta tetap waspada.
Gunung Dukono sendiri berada di Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, dengan ketinggian puncak sekitar 1.335 meter di atas permukaan laut.
Namun, kolom abu dari erupsi terbaru bahkan dapat mencapai ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas puncak.
Aktivitas vulkanik ini dipicu oleh dinamika tektonik di kawasan Halmahera yang dipengaruhi pergerakan subduksi ganda Lempeng Laut Maluku.
Dengan kondisi yang masih fluktuatif, masyarakat di sekitar Gunung Dukono diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi resmi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi erupsi lanjutan.
| Prakiraan Cuaca di Sulawesi Utara Hari Ini Sabtu 4 April 2026, Info BMKG Minut Hujan, Manado Berawan |
|
|---|
| Peringatan Dini Hari Ini Sabtu 4 April 2026, Info BMKG Waspada Hujan Sangat Lebat dan Angin Kencang |
|
|---|
| Potret Ratusan Jemaat GMIM Abraham Matungkas Minut Ikut Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung |
|
|---|
| Gempa Bumi 7,6 SR di Kota Bitung, Kapusdatin BNPB Datangi Rumah Rusak, Dukung Rehabilitasi |
|
|---|
| DKUKMPP Sidak Ritel di Ibu Kota Minahasa Tenggara, Ingatkan soal Produk Kedaluwarsa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Gunung-Dukono-salah-satu-gunung-api-paling-aktif-di-Indonesia-yang-terletak-di-Halmahera-Utara.jpg)