Opini
Catatan Seorang Jurnalis: Riyanto Berkorban, Saya yang Berpesta
Riyanto, seorang anggota Banser yang berjaga depan gereja, masuk dan langsung melakukan pengecekan.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Indry Panigoro
Ringkasan Berita:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Riyanto. Setiap malam Natal aku terkenang pada sosok ini dan mendaraskan doa agar Indonesia terus mengingatnya sampai kapanpun.
Malam Natal 24 Desember 2000 di Mojokerto, Jawa Timur.
Saat itu Gereja Eben Haezer penuh sesak dengan manusia.
Di tengah-tengah lantunan pujian Natal, seorang jemaat tak sengaja melihat bungkusan kado di bawah kursi.
Benda yang tak semestinya ada itu memicu heboh.
Riyanto, seorang anggota Banser yang berjaga depan gereja, masuk dan langsung melakukan pengecekan.
Banser adalah singkatan dari Barisan Ansor Serbaguna, yaitu lembaga semi-otonom di bawah Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang merupakan sayap organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
Melihat ada kabel di sela-sela kado, tanpa dikomando, Riyanto meraih kado berisi bom itu dan membawanya keluar.
Kado itu ia bekap di dada.
Yang ia tuju adalah tempat sampah. Namun malang tak bisa ditolak, bom keburu meledak.
Ledakan itu dashyat.
Konon serpihan tubuh Riyanto ditemukan ratusan meter dari lokasi.
Aksi heroik Riyanto ini menyelamatkan nyawa ratusan jiwa dalam gereja.
Tanpa pengorbanan Riyanto, sejarah Indonesia akan berbeda.
Mungkin hanya berisi darah dan air mata dan karena itu gelap.
| Harkitnas di Tengah Republik yang Lelah |
|
|---|
| Refleksi Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2026: Menjaga Wajah dan Suara Manusia |
|
|---|
| Pertemuan Elite Politik Sulut: Rekonsiliasi atau Kalkulasi Kuasa? |
|
|---|
| Birokrasi Zombie: Mesin Administrasi yang Sibuk tetapi Tidak Produktif |
|
|---|
| Status Tersangka dan Batas Konstitusional Pemberhentian Kepala Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/almarhum-riyanto-banser-nu.jpg)