Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wajib Tahu

Siapa Pemilik Perusahaan IMIP Morowali dan IWIP Halmahera? Dua Raksasa Nikel Indonesia

Kepemilikan saham terbesar PT IMIP berada di tangan Shanghai Decent Investment Group dengan porsi mencapai 49,69 persen.

Tribunnews.com/KOMPAS.com
WAJIB TAHU - Siapa Pemilik Perusahaan IMIP Morowali dan IWIP Halmahera? Dua Raksasa Nikel Indonesia. Terletak di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, kawasan ini berdiri sejak 2013 dan berkembang menjadi pusat pengolahan nikel terintegrasi terbesar di Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di balik kepulan asap pabrik dan deru mesin smelter di Morowali dan Halmahera, berdiri dua raksasa industri yang menjadi motor hilirisasi nikel Indonesia.

Keduanya yakni IMIP dan IWIP.

Namun, satu pertanyaan kerap mencuat siapa sebenarnya pemilik di balik dua kawasan industri terbesar ini?

Kawasan Industri Morowali atau Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kini menjadi ikon hilirisasi mineral nasional.

Siapa Pemilik Diamond? Perusahaan di Balik Es Krim dan Susu UHT yang Populer di Indonesia

Terletak di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, kawasan ini berdiri sejak 2013 dan berkembang menjadi pusat pengolahan nikel terintegrasi terbesar di Indonesia.

Di area seluas ribuan hektare itu berdiri pabrik pengolahan, smelter, hingga industri turunan yang mengolah nikel menjadi produk bernilai tinggi.

Pemilik PT IMIP Morowali

Untuk diketahui saja, kepemilikan saham terbesar PT IMIP berada di tangan Shanghai Decent Investment Group dengan porsi mencapai 49,69 persen.

Shanghai Decent Investment sendiri merupakan kepanjangan tangan Tsingshan Holding Group, untuk investasi pembangunan smelter di luar China, salah satunya di Indonesia.

Tsingshan Holding Group adalah raksasa produsen baja asal China yang dikenal sebagai salah satu pemain terbesar global di industri tersebut.

Tsingshan Holdings didirikan pada 1988 oleh pengusaha Xiang Guangda di Wenzhou. Grup ini mulai berinvestasi besar-besaran di sektor industri nikel Indonesia pada 2013, membuka jalan bagi ekspansi bisnis mereka di Tanah Air.

Sang pemilik, Xiang Guangda masuk dalam jajaran orang terkaya di China. Forbes pada 2018 mencatat kekayaannya berada di angka 28 miliar dollar AS.

Selain mengelola kawasan industri nikel melalui PT IMIP sebagai lini bisnis utama, Tsingshan Holdings juga memiliki sejumlah anak usaha lain di Indonesia dengan nilai investasi tidak kalah besar. Salah satunya adalah PT Tsingshan Steel Indonesia (PT TSI).

PT TSI mengoperasikan sejumlah fasilitas smelter yang berlokasi di area industri PT IMIP. Perusahaan ini memproduksi nikel dalam bentuk pig iron atau feronikel, dengan kapasitas output tahunan mencapai 500.000 ton.

Untuk mendukung pasokan energi bagi smelter tersebut, Tsingshan turut membangun pembangkit listrik di Morowali dengan kapasitas 2x65 megawatt (MW).

Selain PT TSI, Tsingshan juga memiliki smelter lain di kawasan IMIP melalui perusahaan lain yakni PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (PT ITSS).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved