Selasa, 19 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wajib Tahu

Siapa Pemilik Perusahaan IMIP Morowali dan IWIP Halmahera? Dua Raksasa Nikel Indonesia

Kepemilikan saham terbesar PT IMIP berada di tangan Shanghai Decent Investment Group dengan porsi mencapai 49,69 persen.

Tayang:
Tribunnews.com/KOMPAS.com
WAJIB TAHU - Siapa Pemilik Perusahaan IMIP Morowali dan IWIP Halmahera? Dua Raksasa Nikel Indonesia. Terletak di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, kawasan ini berdiri sejak 2013 dan berkembang menjadi pusat pengolahan nikel terintegrasi terbesar di Indonesia. 

Perusahaan ini sempat menjadi pemberitaan pada Desember 2023 setelah insiden ledakan tungku smelter yang memakan korban meninggal 18 pekerja, termasuk tenaga kerja asal China.

Kawasan Industri Morowali Indonesia merupakan proyek luar negeri pertama Tsingshan melalui PT IMIP. Area ini berlokasi di Morowali, Sulawesi Tengah, dan dirancang mencakup wilayah lebih dari 2.000 hektar.

Menariknya, sejumlah perusahaan besar China lain juga beroperasi di kawasan IMIP sebagai bagian dari rantai pasok industri nikel lengkap dari hulu hingga hilir, yang diklaim sebagai salah satu yang terbesar di dunia.

Di antaranya PT Sulawesi Mining Investment Indonesia (SMI), PT Guangqing Nickel Corporations Indonesia (GCNS), PT Indonesia Ruipu Nichrome (IRNC), dan PT Dexin Steel Indonesia (DSI).

Selain Shanghai Decent Investment milik Tsingshan, kepemilikan saham PT IMIP juga dimiliki PT Sulawesi Mining Investment dengan porsi 25 persen, serta perusahaan lokal PT Bintang Delapan Investama dengan 25,31 persen saham.

Tsingshan Group di Weda Bay

Investasi Tsingshan Group di Indonesia sangat jor-joran. Selain di IMIP, perusahaan ini juga menjalankan smelter nikel kawasan industri serupa di Halmahera, di bawah IWIP (Indonesia Weda Bay Industrial Park).

Di PT IWIP, sebagaimana dilihat di situs resminya, ada tiga perusahaan yang beroperasi, yaitu PT Weda Bay Nickel (WBN), PT Yashi Indonesia Investment, dan PT Youshan Nickel Indonesia.

PT Yashi Indonesia Investment adalah perusahaan hasil patungan tiga perusahaan China antara Tsingshan lewat Shanghai Decent Investment, Zhejiang Huajun Investment, dan Zhenshi Holding Group.

Sementara PT Weda Bay Nickel diketahui merupakan perusahaan patungan antara PT Aneka Tambang (Antam) dengan Tsingshan, serta Eramet, perusahaan pertambangan dan metalurgi di Prancis.

Terakhir, ada PT Youshan Nickel Indonesia. Ini adalah perusahaan patungan yang didirikan oleh Huayou group dan Tsingshan Holding Group sebagai perusahaan perintis pembuat komponen baterai untuk kendaraan listrik di IWIP.

Artinya, kepemilikan ketiga perusahaan yang beroperasi di IWIP Halmahera semuanya terkait dengan Tsingshan Group.

Artikel tayang di Kompas.com

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved