Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Demo Ricuh

Curhatan Menkeu Sri Mulyani Soal Rumahnya Dijarah Warga, Singgung Soal Lukisan

Rupanya, bagi Sri Mulyani, lukisan itu adalah salah satu barang yang memiliki banyak kenangan bahkan sangat pribadi.

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
Kolase Tribun Manado
JARAH: Menteri Keuangan Sri Mulyani. Curhatan Sri Mulyani usai rumah dijarah warga. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Siapa yang tak kesal jika rumah kediaman diobrak abrik hingga dijarah.

Hal tersebut rupanya juga dirasakan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Rumah Sri Mulyani yang berada di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A, Tangerang Selatan diketahui ikut menjadi korban penjarahan massa.

Baca juga: Nasib Pajak 2026, Ini Penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani

Sebagaimana dikatakan bahwa penjarahan merupakan salah satu pencurian daam Pasal 363 KUHP.

Tanpa rasa bersalah, sejumlah warga menggondol barang berharga Sri Mulyani.

Tak sanggup menahan emosi, Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali menumpahkan uneg-unegnya terkait aksi penjarahan di rumahnya pada Minggu (31/8/2025) lalu.

Namun ada satu barang yang rupanya sangat berharga di rumah tersebut, bukan uang juga bukan emas.

Sejumlah orang tampak mengambil barang-barang di rumah Bendahara Negara itu. Termasuk sebuah lukisan bunga menggunakan cat minyak yang dilukis di atas kanvas yang cukup besar.

Kanvas adalah kain tenun yang kuat dan tahan lama, umumnya terbuat dari katun, linen, atau rami, yang dulunya digunakan untuk layar, tenda, dan terutama sebagai media untuk melukis dengan cat minyak karena memiliki serat yang tebal.

Kanvas saat ini juga banyak digunakan untuk berbagai produk seperti tas, sepatu, dan dekorasi interior karena kekuatannya, serta sebagai permukaan untuk mencetak gambar atau karya seni digital. 

Sosok orang yang mengambil lukisan itu pun sempat terekam kamera sedang memanggul barang itu bahkan diwawancara. Ia mengenakan jaket merah dan helm hitam.

Rupanya, bagi Sri Mulyani, lukisan itu adalah salah satu barang yang memiliki banyak kenangan bahkan sangat pribadi.

Melalui akun Instagram-nya, Sri Mulyani menuliskan, lukisan itu adalah hasil karyanya 17 tahun yang lalu yang merupakan hasil dan simbol perenungan serta kontemplasi diri.

Sehingga menyimpan banyak kenangan sama seperti rumahnya yang jadi korban penjarahan, merupakan tempat anak-anak tumbuh dan bermain.

Namun kini, lukisan bunga tersebut sudah hilang, yang dianalogikan seperti hilangnya rasa aman, kepastian hukum, dan perikemanusiaan yang adil dan beradab di bumi Indonesia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved