Selasa, 19 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Populer Mitra

Berita Populer Mitra: Penembakan di Area Tambang Ratatotok Diduga Dipicu Konflik Lahan

Berita populer Minahasa Tenggara (Mitra), Senin (22/12/2025). Penembakan di area tambang Ratatotok diduga dipicu konflik lahan.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Frandi Piring
Dok. Polres Mitra/-
TAMBANG MITRA - Potret petugas saat mengevakuasi korban kericuhan di PETI, Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sabtu (20/122025). Berita populer Minahasa Tenggara (Mitra), Senin (22/12/2025). Penembakan di area tambang Ratatotok diduga dipicu konflik lahan. 

Ringkasan Berita:
  • Berita populer Minahasa Tenggara (Mitra), Senin (22/12/2025). 
  • Berita terkait kericuhan yang terjadi di area pertambangan emas tanpa izin (PETI), Kebun Raya, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulut, menjadi sorotan publik saat ini.
  • Penembakan di area tambang Ratatotok ini diduga dipicu konflik lahan.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berita populer Minahasa Tenggara (Mitra) dalam kanal TribunManado.co.id edisi Senin (22/12/2025).

Berita terkait kericuhan yang terjadi di area pertambangan emas tanpa izin (PETI), Kebun Raya, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Sabtu, 20 Desember 2025, menjadi sorotan publik saat ini.

Dikabarkan, tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa tragis di pengujung tahun 2025 ini.

Menurut informasi yang diperoleh Tribunmanado.co.id, ketiga korban meninggal diketahui bernama Safrudin Makalalag warga Borgo Satu, Mawandi Lakamunte, warga Basaan Satu, dan Fathan Kalipe warga Belang. 

Sementara satu korban luka, yakni Anisa Mamonto (57), warga Belang, Kabupaten Mitra, kini dirawat intensif di Rumah Sakit RS Prof Kandou, Manado hingga Minggu (21/12/2025) kemarin. 

Insiden penembakan ini diduga dipicu karena konflik batas lahan PETI.

Konflik batas lahan ini melibatkan dua cukong, yakni SM dan pengusaha tambang ilegal lainnya.

"Bentrokan dipicu sengketa batas lokasi tambang yang diklaim milik SM dan seorang penambang ilegal lain," ujar sumber berinisial DL kepada tim TribunManado.co.id, Minggu 21 Desember 2024.

DL menuturkan, konflik batas lahan ini sudah terjadi sejak beberapa hari sebelumnya.

"Memang sudah beberapa hari ini terjadi gesekan ini," ungkapnya.

"Mereka juga sudah saling sindir di facebook," tutur dia.

Kasat Reskrim Polres Mitea AKP Lutfi Arinugraha Pratama mengatakan, pengejaran terhadap pelaku masih dilakukan.

"Pelakunya masih kita kejar," kata dia

Polda Sulut dan Polres Mitra juga telah melakukan penertiban aktivitas PETI di Kebun Raya Ratatotok.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved