Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minahasa Tenggara

Inilah Identitas dan Peran 8 Tersangka Konflik di Minahasa Tenggara, Ada 3 Orang Bikin Panah Wayer

Total tersangka dalam kasus konflik di Minahasa Tenggara ini ada 10 orang, tapi dua di antaranya masih di bawah umur.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
Dok. Polres Mitra
DITANGKAP - Para tersangka yang ditahan dalam konflik dua kelompok warga di kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara Sulut, Selasa (2/12/2025). Terungkap kalau ada yang bikin panah wayer. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Inilah identitas dan peran tersangka konflik yang terjadi di Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut) beberapa waktu lalu.

Hingga artikel ini dimuat, Rabu 3 Desember 2025, Polres Mitra dan Polda Sulut sudah menahan 10 orang tersangka pada konflik antar warga di dua desa kecamatan Belang, Mitra.

Para tersangka memiliki peran masing-masing.

Ada yang membuat panah wayer, ada yang bawa sajam samurai, hingga ada yang melakukan pelemparan yang mengakibatkan korban luka-luka.

Berikut identitas serta peran tersangka kericuhan di Minahasa Tenggara.

Total tersangka dalam kasus ini ada 10 orang, tapi dua di antaranya masih di bawah umur, di bawah usia 18 tahun. 

Dalam konferensi pers yang digelar di Polres Mitra, Selasa 2 Desember 2025 kemarin, terungkap kalau ada tiga dari 10 tersangka yang masih remaja alias berusia di bawah umur.

Hal ini dibenarkan Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya.

Menurutnya, ketiga tersangka tersebut masih ditahan di Polres Mitra.

Ia mengaku ketiga tersangka ditahan karena ikut membawa sajam saat konflik berlangsung.

"Dari tangan mereka kita sita sejumlah Sajam," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Mitra AKP Lutfi Arinugraha Pratama mengatakan ketiga tersangka yang masih dibawah umur tetap akan diproses sesuai UU Perlindungan Anak.

"Kita tetap pakai UU Perlindungan Anak. Tapi mereka tetap ditahan dan penyelidikan masih berlanjut," tegasnya.

Ia bahkan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, terutama melalui media sosial.

“Masyarakat Mitra cinta damai. Jangan terpengaruh provokasi dan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved