Breaking News
Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minahasa Tenggara

Ternyata Ini Pemicu Awal Kisruh di Belang Mitra Sulut, Rupanya Semua Bermula dari Orang-orang Ini

Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya menjelaskan, permasalahan awalnya bukan soal SARA.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
Dokumen Pribadi/Kolase Tribun Manado/HO/Polres Mitra
KERICUHAN DI MITRA - Kolase foto peristiwa pengrusakan di Gereja GMIM Silo Watuliney, Belang, Mitra, Sulut pada Sabtu, 30 November 2025 dan potret para tersangka konflik kericuhan di Watuliney-Molompar, Kecamatan Belang, Kabupaten Mitra, Sulut, yang ditahan Polres Mitra belum lama ini. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kericuhan yang terjadi di Desa Watuliney dan Desa Molompar Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut) terus didalami kepolisian.

Belang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Mitra yang terletak di pesisir pantai selatan.

Mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan karena lokasinya yang berada di pesisir. 

Di kecamatan itulah dua desa terlibat konflik hingga kasunya viral di media sosial.

Hingga artikel ini dimuat, Jumat 5 Desember 2025 pagi, Polres Mitra dan Polda Sulut sudah menangkap 26 orang tersangka pada konflik antar warga di dua desa kecamatan Belang.

Para tersangka memiliki peran masing-masing.

Ada yang membuat panah wayer, ada yang bawa sajam samurai, hingga ada yang melakukan pelemparan yang mengakibatkan korban luka-luka.

KERICUHAN DI MITRA - Kolase foto peristiwa pengrusakan di Gereja GMIM Silo Watuliney, Belang, Mitra, Sulut pada Sabtu, 30 November 2025 dan potret oara tersangka konflik kericuhan di Watuliney-Molompar, Kecamatan Belang, Kabupaten Mitra, Sulut, yang ditahan Polres Mitra belum lama ini.
KERICUHAN DI MITRA - Kolase foto peristiwa pengrusakan di Gereja GMIM Silo Watuliney, Belang, Mitra, Sulut pada Sabtu, 30 November 2025 dan potret oara tersangka konflik kericuhan di Watuliney-Molompar, Kecamatan Belang, Kabupaten Mitra, Sulut, yang ditahan Polres Mitra belum lama ini. (Dokumen Pribadi/Kolase Tribun Manado/HO/Polres Mitra)

Kapolres Ungkap Pemicu Kericuhan, Bantah Ada Kaitan dengan SARA

Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya menjelaskan, permasalahan awalnya bukan soal SARA.

Bahkan Sanjaya memastikan bahwa kisruh di Mitra bukannya soal SARA.

"Pemicunya itu datang dari anak-anak muda yang miras," ungkapnya.

"Jadi framing soal isu SARA sama sekali tidak sesuai fakta," tegas dia.

SARA adalah akronim dari Suku Ras Agama dan Antar golongan.

SARA adalah pandangan ataupun tindakan yang didasari dengan pikiran sentimen mengenai identitas diri yang menyangkut keturunan, agama, kebangsaan atau kesukuan dan golongan.

Fakta lain, dari puluhan tersangka tersebut, ternyata ada dua orang bukan warga Mitra.

"Ini sebagai garis besar bahwa masyarakat Mitra itu cinta damai," tegasnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved