Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca Minut

Prakiraan Cuaca Minahasa Utara Sulut Hari Ini, Senin 15 September 2025

BMKG melaporkan prakiraan cuaca di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, Senin (15/9/2025).

TribunManado/Yes
INFO CUACA - Ilustrasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan prakiraan cuaca di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, Senin (15/9/2025). Dilansir dari laman resmi bmkg.go.id pukul 08.30 Wita, cuaca di Minahasa Utara akan didominasi hujan di setiap kecamatan. 

Faktor-faktor yang memengaruhi suhu udara, antara lain: 

  • Letak geografis
    Daerah yang dekat dengan garis khatulistiwa biasanya lebih panas dibandingkan daerah yang jauh darinya. 
  • Ketinggian tempat
    Semakin tinggi suatu lokasi dari permukaan laut, suhu udaranya cenderung lebih rendah. 
  • Waktu
    Suhu udara berubah sepanjang hari. Umumnya, suhu tertinggi terjadi pada siang hari dan terendah saat dini hari. 
  • Musim
    Di wilayah beriklim empat musim, suhu bisa sangat bervariasi tergantung musim yang sedang berlangsung. 
  • Awan dan curah hujan
    Awan dapat menahan panas di malam hari dan menghalangi sinar matahari di siang hari, sehingga memengaruhi suhu udara. 

Proses dalam Prakiraan Cuaca

Pengamatan 

Pengamatan cuaca dilakukan oleh Stasiun Meteorologi dan Klimatologi secara umum, serta oleh layanan khusus di bandara, perkebunan, pelabuhan, dan pelayaran. 

Pengamatan kualitas udara dilakukan oleh Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW), sedangkan unsur medan bumi seperti percepatan tanah, magnet bumi, dan gempa bumi diamati oleh Stasiun Geofisika. 

GAW adalah program internasional yang memantau kondisi atmosfer, termasuk kualitas udara, gas rumah kaca, dan radiasi. Data ini membantu BMKG dan lembaga lain memprediksi cuaca, memantau perubahan iklim, serta mencegah bencana terkait atmosfer. 

Pengamatan juga dilakukan secara otomatis dengan bantuan alat-alat canggih untuk mendukung analisis dan prakiraan cuaca. Misalnya, lightning detector yang mendeteksi kejadian petir, termasuk jenis dan tipenya. 

Radar cuaca digunakan untuk memantau pergerakan awan, curah hujan, jenis awan, dan intensitas hujan secara real time dalam radius hingga 250 kilometer. 

Selain itu, terdapat ARG (Automatic Rain Gauge), alat penakar hujan otomatis untuk mengukur curah hujan dalam satuan waktu. 

Ada juga AWS (Automatic Weather Station) yang digunakan untuk mengukur berbagai unsur cuaca seperti suhu, angin, kelembapan, radiasi matahari, curah hujan, dan tekanan udara. Alat ini dipasang di wilayah yang tidak terjangkau stasiun pengamatan. 

Pengolahan Data 

Data dari stasiun dan alat otomatis kemudian dikirim ke server komputer. 

Data dari server lokal kemudian dikirim ke server pusat, termasuk data dari satelit cuaca. 

Semua data ini diatur secara sistematis agar server tetap stabil dan tidak mengalami gangguan. 

Selanjutnya, data tersebut diolah menggunakan komputer khusus untuk menghasilkan prakiraan cuaca harian dan mingguan. 

Hasil lainnya mencakup cuaca penerbangan, cuaca maritim, peringatan dini, perubahan dan prakiraan iklim, kualitas udara, hingga informasi gempa bumi dan tsunami. 

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved