Sulawesi Utara
Dolar Naik, Sulawesi Utara Diuntungkan dari Ekspor Namun Barang Impor Jadi Lebih Mahal
“Obat-obatan, alat kesehatan yang kita impor itu jadi mahal. Jadi memang ada sektor-sektor tertentu yang terdampak,”
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Ringkasan Berita:
TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah membawa dampak beragam bagi perekonomian di Indonesia termasuk Sulawesi Utara.
Di satu sisi, sektor ekspor dinilai mendapat keuntungan.
Namun di sisi lain harga barang impor, termasuk alat kesehatan hingga elektronik, diperkirakan akan semakin mahal.
Hal ini diungkapkan oleh Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Negeri Manado (Unima), Robert Winerungan.
“Kalau Sulawesi Utara punya, ada dampak positif dan ada dampak negatif. Dampak negatifnya, kalau kita banyak menggunakan barang-barang impor tentu akan mahal,” kata Robert ketika dihubungi, Senin (18/5/2026).
Kenaikan dolar akan memengaruhi harga barang impor seperti komputer, elektronik, hingga suku cadang.
Selain itu, sektor kesehatan juga dinilai cukup terdampak karena masih bergantung pada produk impor.
“Obat-obatan, alat kesehatan yang kita impor itu jadi mahal. Jadi memang ada sektor-sektor tertentu yang terdampak,” ujarnya.
Meski demikian, Robert menilai kebutuhan bahan makanan masyarakat Sulut relatif aman karena sebagian besar dipenuhi dari produksi dalam negeri, bukan impor.
“Kalau bahan makanan, pada umumnya kita tidak impor. Jadi aman-aman saja,” katanya.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tertentu yang masih bergantung pada impor juga berpotensi memberi tekanan terhadap anggaran negara maupun industri yang menggunakan BBM tersebut.
Namun di balik itu, Sulawesi Utara justru dinilai diuntungkan karena memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibanding impor.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Sulut banyak mengekspor komoditas ke negara yang menggunakan dolar Amerika.
“Kita lebih banyak ekspor daripada impor. Itu yang membuat kita untung. Misalnya ekspor ikan, kelapa, dan komoditas lainnya ke Amerika,” jelas Robert.
| Menko Pangan Zulkifli Hasan: Koperasi Merah Putih Jadi Instrumen Keadilan Ekonomi Desa |
|
|---|
| 3 Berita Populer Sulawesi Utara: Kejadian Unik di Kapal Tujuan Manado, Polisi Tangkap Pria Mabuk |
|
|---|
| Warga Sulawesi Utara Tergolong Bahagia, Tembus 5 Besar Indeks Kebahagiaan Nasional |
|
|---|
| 169 SPPG Sudah Operasional di Sulawesi Utara, Layani 381 Ribu Penerima Manfaat |
|
|---|
| Identitas dan Peran Terduga Pelaku Penimbunan BBM Subsidi yang Diamankan Pomdam XIII Merdeka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/AKADEMISI-Dosen-FEB-Unima-Robert-Winerungan.jpg)