Breaking News
Sabtu, 16 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sekolah Rakyat di Manado

SRMP 21 Manado Terapkan Disiplin dan Pendidikan Karakter Lewat Sistem Asrama

“Total ada 75 murid dengan tiga rombel. Satu angkatan, satu kelas, itu 25 siswa,” ujar Sarifudin ketika ditemui.

Tayang:
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
LOMBA - Lomba dalam rangka Kenaikan Yesus Kristus di SRMP 21 Manado, Sulawesi Utara, Jumat (15/5/2026). Total ada 75 siswa dalam sekolah rakyat ini. 

Ringkasan Berita:
  • Saat ini sekolah tersebut memiliki 75 siswa kelas 7, 8, dan 9.
  • Materi pembelajaran akademik tidak jauh berbeda dengan SMP negeri lainnya. 
  • Perbedaannya terletak pada pola pendidikan berasrama.

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Di balik aktivitas belajar di SRMP 21 Manado, pendidikan karakter menjadi salah satu fokus utama yang diterapkan kepada para siswa melalui sistem boarding school atau sekolah berasrama.

Wakil Kepala SRMP 21 Manado Bidang Keasramaan, Sarifudin Langga (37), mengatakan saat ini sekolah tersebut memiliki 75 siswa kelas 7, 8, dan 9 yang dibagi dalam tiga rombongan belajar (rombel).

“Total ada 75 murid dengan tiga rombel. Satu angkatan, satu kelas, itu 25 siswa,” ujar Sarifudin ketika ditemui, Jumat (15/5/2026).

Materi pembelajaran akademik di sekolah tersebut pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan SMP negeri lainnya. 

Perbedaannya terletak pada pola pendidikan berasrama yang lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa.

"Di asrama ada program non-akademik seperti pendidikan karakter. Anak-anak diajarkan mandiri, mencuci baju sendiri, merapikan tempat tidur, dan disiplin bangun pagi,” katanya.

Para siswa menjalani jadwal yang telah diatur sejak dini hari hingga malam. 

Mereka dibangunkan pukul 04.00 Wita untuk menjalankan ibadah dan memulai aktivitas pagi.

“Yang muslim salat subuh, yang non-muslim ikut ibadah pagi. Setelah itu mereka harus merapikan tempat tidur, mandi, dan menjalankan tugas masing-masing,” ujarnya.

Ia mengakui, tantangan terbesar di awal penerapan sistem asrama adalah membiasakan siswa hidup disiplin. 

Wakil Kepala SRMP 21 Manado Bidang Keasramaan, Sarifudin Langga (37), mengatakan
WAKIL KEPALA SEKOLAH - Wakil Kepala SRMP 21 Manado Bidang Keasramaan, Sarifudin Langga (37). Saat ini SRMP 21 Manado memiliki 75 siswa.

Sebab, sebagian besar siswa sebelumnya belum terbiasa dengan pola hidup yang berbeda di rumah.

“Ada yang awalnya susah bangun pagi, belum terbiasa mencuci pakaian sendiri, sampai merapikan barang-barangnya,” katanya.

Selain disiplin, penggunaan telepon genggam juga menjadi tantangan tersendiri. 

Di SRMP 21 Manado, siswa tidak diperbolehkan memegang handphone secara bebas selama berada di asrama.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved