Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sekolah Rakyat di Manado

SRMP 21 Manado Terapkan Disiplin dan Pendidikan Karakter Lewat Sistem Asrama

“Total ada 75 murid dengan tiga rombel. Satu angkatan, satu kelas, itu 25 siswa,” ujar Sarifudin ketika ditemui.

Tayang:
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
LOMBA - Lomba dalam rangka Kenaikan Yesus Kristus di SRMP 21 Manado, Sulawesi Utara, Jumat (15/5/2026). Total ada 75 siswa dalam sekolah rakyat ini. 

“Awal-awal ada yang tidak mau lanjut karena tidak bisa menggunakan handphone. Tapi seiring waktu mereka mulai terbiasa,” ujarnya.

Meski begitu, komunikasi dengan orang tua tetap difasilitasi melalui handphone milik wali asrama atau wali asuh dan dilakukan dengan pendampingan.

“Handphone hanya digunakan untuk menghubungi orang tua. Itu pun didampingi supaya tidak digunakan untuk media sosial atau hal lain,” katanya.

Untuk mengurangi rasa rindu rumah, pihak sekolah juga rutin membuat berbagai kegiatan bagi siswa, terutama saat hari libur atau momen tertentu.

Seperti kemarin dan hari ini yang seharusnya libur Kenaikan Yesus Kristus, siswa SRMP 21 Manado tetap berkegiatan di sekolah.

“Kalau ada hari libur dan mereka tidak pulang, kami buat kegiatan supaya anak-anak tidak merasa galau dan tetap aktif,” ujarnya.

Baca juga: Jadwal Kapal dari Pelabuhan Manado 15-16 Mei 2026: Ada 6 Keberangkatan

Baca juga: Dosen Hukum Unsrat Nilai Pengungkapan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Minut Bentuk Sinergi TNI-Polri

Dalam sistem pengasuhan, SRMP 21 Manado memiliki tujuh wali asrama yang bertugas mengawasi kehidupan siswa sehari-hari, mulai dari kebersihan kamar hingga pelaksanaan jadwal harian.

“Wali asrama memastikan semua program berjalan baik. Tidak hanya menyuruh, tapi juga mengecek kembali agar anak-anak terbiasa disiplin,” kata Sarifudin.

Perkembangan siswa mulai terlihat setelah hampir satu tahun program berjalan. 

Selain kemampuan akademik yang meningkat, sejumlah siswa juga mulai berprestasi di bidang ekstrakurikuler.

“Ada yang awalnya belum hafal perkalian sekarang sudah bisa. Tulisan juga mulai rapi. Kemarin juga ada ekskul wushu yang mendapat medali emas tingkat nasional di Surabaya,” ujarnya.

Selain olahraga bela diri, sekolah juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler lain seperti catur, pencak silat, hingga menggambar untuk mendukung bakat siswa.(*)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved