Kunjungan Mentan RI
Menteri Amran di Manado: Minta Bareskrim Usut Bibit di Bengkol Minahasa Utara
Suasana di Desa Raya Bengkol, Mapanget, Manado, mendadak tegang saat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Ringkasan Berita:
- Suasana di Desa Raya Bengkol, Mapanget, Manado, mendadak tegang saat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja.
- Bukannya melakukan tinjauan seremonial seperti yang diperkirakan ratusan penyuluh pertanian yang hadir, Mentan justru melakukan inspeksi mendadak (sidak) yang berbuntut panjang.
- Tiba sekitar pukul 08.30 Wita bersama Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay, Amran yang tampil dengan kemeja putih memilih berjalan kaki menuju lokasi bibit.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Suasana di Desa Raya Bengkol, Mapanget, Manado, mendadak tegang saat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja pada Jumat (1/5/2026).
Bukannya melakukan tinjauan seremonial seperti yang diperkirakan ratusan penyuluh pertanian yang hadir, Mentan justru melakukan inspeksi mendadak (sidak) yang berbuntut panjang.
Tiba sekitar pukul 08.30 Wita bersama Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay, Amran yang tampil dengan kemeja putih memilih berjalan kaki menuju lokasi bibit.
Kejutan terjadi saat ia tiba-tiba membelokkan arah langkahnya ke deretan bibit yang bukan merupakan titik peninjauan terjadwal.
Ketegangan memuncak saat Amran meminta seorang Babinsa menghitung jumlah bibit secara langsung.
Menemukan adanya ketidaksesuaian antara kondisi di lapangan dengan laporan yang diterima, raut wajah sang Menteri berubah berang.
Ia bahkan nekat menerobos rimbunnya dedaunan tinggi untuk mengecek lokasi pembibitan pertama secara detail.
Di hadapan aparat dan pejabat daerah, Amran langsung melontarkan instruksi tegas.
"Perwakilan polisi dan kejaksaan mana," tanyanya.
Begitu perwakilan polisi mendekat, ia segera memerintahkan penyelidikan mendalam.
"Saya minta ini diperiksa, sekarang juga," tegasnya.
Selain menyasar pihak penyedia, Amran juga memberikan peringatan keras kepada para penyuluh pertanian agar bekerja lebih serius, atau tunjangan kinerja (tukin) mereka terancam dihapus.
Dalam sidak tersebut, Mentan sempat mengangkat dua buah kelapa dengan ukuran yang kontras, satu besar dan satu kecil, untuk menunjukkan ketidakpuasannya.
Menanggapi temuan tersebut, Yolanda dari CV Angin Utara memilih bersikap kooperatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/MENTAN-RI-Suasana-di-Desa-Raya-Bengkol-Mapanget-Manado-7878.jpg)