Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hindu di Manado

Jelang Hari Raya Nyepi, Pawai Ogoh - Ogoh Berputar Keliling Lapangan Tikala Manado

Pawai ogoh ogoh dilaksanakan setelah ritual Tawur Agung Kesanga yang juga berlangsung di lapangan tersebut.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Arthur_Rompis
HINDU: Pawai Ogoh Ogoh di Seputaran Lapangan Sparta Tikala Manado, Sulwesi Utara, Rabu 18 Maret 2026. Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang mengapresiasi kegiatan tersebut. 

Ringkasan Berita:1. Sebuah Ogoh - ogoh digotong mengelilingi lapangan Sparta Tikala, Kota Manado, Provinsi Sulut
 
2. Pawai Ogoh-ogoh adalah tradisi pawai patung raksasa menjelang Hari Raya Nyepi di Bali.
 
3. Melambangkan penyucian diri dari unsur negatif (Buta Kala) dan sifat buruk manusia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Sebuah Ogoh - ogoh digotong mengelilingi lapangan Sparta Tikala, Kota Manado, Provinsi Sulut, Rabu (18/3/2026) siang. 

Ogoh ogoh ini berwujud raksasa dengan taring serta tangan kiri menggenggam tombak trisula. 

Pawai ogoh ogoh dilaksanakan setelah ritual Tawur Agung Kesanga yang juga berlangsung di lapangan tersebut. 

Baca juga: Umat Hindu Manado Khusyuk Ritual Tawur Kesanga di Lapangan Tikala, Ketua PHDI Sulut Jelaskan Makna

Wawali Manado Richard Sualang melepas pawai tersebut.

Meski hanya satu ogoh - ogoh, tapi pawai tetap berlangsung meriah. 

Suasana toleransi juga tampak dalam pawai itu. 

Pawai Ogoh-ogoh adalah tradisi pawai patung raksasa menjelang Hari Raya Nyepi di Bali, yang melambangkan penyucian diri dari unsur negatif (Buta Kala) dan sifat buruk manusia. 

Amatan Tribunmanado.com, ogoh ogoh dinaikkan ke atas bambu dan digoyang - goyang sepanjang jalan oleh para penggotongnya. 

Di perempatan jalan, Ogoh Ogoh diputar - putar mirip gasing, dengan durasi yang lama disertai 
teriakan dari penggotong serta umat Hindu yang mengiringi. 

Tampilannya begitu atraktif, hingga mengundang perhatian dari warga Manado. 

Sejumlah pemilik kendaraan spontan menghentikan kendaraan agar pawai dapat lancar.

Banyak yang mengabadikan momen langka itu dengan ponsel. 

"Wah ini aksi yang sangat meriah," kata Heri seorang warga. 

Menurut Heri, itu atraksi yang jarang jarang di Manado. 

Dia mengusulkan agar pawai ogoh ogoh tahun depan bisa lebih meriah sehingga dapat menjadi kegiatan turisme. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved