Hindu di Manado
Jelang Hari Raya Nyepi, Pawai Ogoh - Ogoh Berputar Keliling Lapangan Tikala Manado
Pawai ogoh ogoh dilaksanakan setelah ritual Tawur Agung Kesanga yang juga berlangsung di lapangan tersebut.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alpen Martinus
Ungkap dia, dalam tawur agung kesanga, pihaknya menyucikan lingkungan, menyeimbangkan alam semesta dan diri manusia.
Ritual ini juga menetralisir energi negatif.
"Setelah ini juga ada pawai ogoh ogoh," kata dia.
Ujar dia, lapangan Sparta Tikala dipilih karena merupakan titik pertemuan.
Dalam sastra, kata dia, tawur agung musti digelar di perempatan agung.
Kepada umat Hindu, ia mengimbau agar melaksanakan Nyepi dengan khusyuk serta menjunjung toleransi antar umat beragama.
Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang dalam sambutannya mengucapkan selamat hari raya Nyepi untuk umat Hindu di Manado.
"Umat Hindu adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan warga Manado dimana kehidupan di sini diwarnai toleransi yang luar biasa antara semua masyarakat yang berbeda agama," katanya.
Sebut dia, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bukti bahwa umat Hindu di Manado taat ajaran.
Ia menegaskan komitmen Pemkot Manado untuk mengayomi semua umat beragama di kota Manado.
"Kami punya komitmen kuat untuk menjadi pengayom atau orang tua dari semua umat
beragama di kota Manado," kata dia.
Menurut Richard, pawai ogoh ogoh sudah jadi tradisi tahunan di Manado. (ART)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Hindu-di-Manado-agrthty.jpg)