Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Manado

Mahasiswa Nduga di Manado Sulut Minta Pemda Segera Tuntaskan Pengisian Jabatan Wakil Bupati

Himpunan Pelajar Mahasiswa Nduga (HPMN) di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) di Asrama Nduga, Jalan Kalvari 13 Malalayang Satu, Kota Manado.

Dok. Pribadi
MAHASISWA - Himpunan Pelajar Mahasiswa Nduga (HPMN) di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) saat menggelar aksi di Asrama Nduga, jalan kalvari 13 Malalayang Satu, Kota Manado. 

Ringkasan Berita:
  • Himpunan Pelajar Mahasiswa Nduga (HPMN) di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menggelar aksi di Asrama Nduga, jalan kalvari 13 Malalayang Satu, Kota Manado.
  • Mahasiswa Nduga di Kota Manado menyebut tengah menyuarakan aspirasi terkait belum tuntasnya proses pemilihan Wakil Bupati Nduga.
  • Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta Ketua Tim Pansus DPRK Kabupaten Nduga segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan proses pengisian Wakil Bupati.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Himpunan Pelajar Mahasiswa Nduga (HPMN) di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), menyampaikan pernyataan sikap terkait proses pengisian jabatan Wakil Bupati Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Hal itu disampaikan mereka saat mengadakan aksi di Asrama Nduga, Jalan Kalvari 13 Malalayang Satu, Kota Manado.

Informasi tersebut diterima melalui rilis yang disampaikan penanggung jawab Badan Pengurus HPMN Sulut, Yasenut Kogoya, Rabu (6/4/2026).

Dalam rilis itu, mahasiswa Nduga di Kota Manado menyebut tengah menyuarakan aspirasi terkait belum tuntasnya proses pemilihan Wakil Bupati Nduga.

Disebutkan, DPRK Kabupaten Nduga sebelumnya telah melaksanakan Sidang Paripurna pada 16 Februari 2026 di Kota Jayapura untuk memilih Wakil Bupati.

Namun hingga saat ini, proses pengisian jabatan tersebut belum berjalan.

“Hal ini menyebabkan ketidakstabilan dalam pemerintahan Kabupaten Nduga dan merugikan masyarakat yang telah lama menantikan pengisian jabatan Wakil Bupati,” demikian isi pernyataan dalam rilis tersebut.

Mahasiswa juga menilai Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Kabupaten Nduga lambat dalam menangani proses tersebut.

Menurut mereka, jika penanganan terus tertunda, kondisi ini berpotensi memicu persoalan antara pihak-pihak terkait, termasuk dua bakal calon.

Selain itu, HPMN menilai belum adanya konsistensi antara Tim Pansus DPRK dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta Ketua Tim Pansus DPRK Kabupaten Nduga segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan proses pengisian Wakil Bupati.

Mereka juga meminta Bupati Nduga dan Ketua DPRK Nduga untuk segera mengambil langkah penyelesaian.

Tak hanya itu, HPMN turut meminta perhatian dari Gubernur Papua Pegunungan, agar membantu penyelesaian persoalan tersebut.

Di sisi lain, mahasiswa mengimbau seluruh pihak pendukung untuk tetap menjaga situasi kondusif dan tidak melakukan tindakan kekerasan.

"Kami menegaskan agar pemerintah daerah tetap menjalankan tugas pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Nduga secara maksimal," Pungkasnya. (Pet) 

Baca juga: 15 Warga Hilang Terseret Banjir di Distrik Dal Nduga, Papua Pegunungan, Berikut Identitas Korban

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved