Hindu di Manado
Jelang Hari Raya Nyepi, Pawai Ogoh - Ogoh Berputar Keliling Lapangan Tikala Manado
Pawai ogoh ogoh dilaksanakan setelah ritual Tawur Agung Kesanga yang juga berlangsung di lapangan tersebut.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alpen Martinus
Ringkasan Berita:1. Sebuah Ogoh - ogoh digotong mengelilingi lapangan Sparta Tikala, Kota Manado, Provinsi Sulut2. Pawai Ogoh-ogoh adalah tradisi pawai patung raksasa menjelang Hari Raya Nyepi di Bali.3. Melambangkan penyucian diri dari unsur negatif (Buta Kala) dan sifat buruk manusia.
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Sebuah Ogoh - ogoh digotong mengelilingi lapangan Sparta Tikala, Kota Manado, Provinsi Sulut, Rabu (18/3/2026) siang.
Ogoh ogoh ini berwujud raksasa dengan taring serta tangan kiri menggenggam tombak trisula.
Pawai ogoh ogoh dilaksanakan setelah ritual Tawur Agung Kesanga yang juga berlangsung di lapangan tersebut.
Baca juga: Umat Hindu Manado Khusyuk Ritual Tawur Kesanga di Lapangan Tikala, Ketua PHDI Sulut Jelaskan Makna
Wawali Manado Richard Sualang melepas pawai tersebut.
Meski hanya satu ogoh - ogoh, tapi pawai tetap berlangsung meriah.
Suasana toleransi juga tampak dalam pawai itu.
Pawai Ogoh-ogoh adalah tradisi pawai patung raksasa menjelang Hari Raya Nyepi di Bali, yang melambangkan penyucian diri dari unsur negatif (Buta Kala) dan sifat buruk manusia.
Amatan Tribunmanado.com, ogoh ogoh dinaikkan ke atas bambu dan digoyang - goyang sepanjang jalan oleh para penggotongnya.
Di perempatan jalan, Ogoh Ogoh diputar - putar mirip gasing, dengan durasi yang lama disertai
teriakan dari penggotong serta umat Hindu yang mengiringi.
Tampilannya begitu atraktif, hingga mengundang perhatian dari warga Manado.
Sejumlah pemilik kendaraan spontan menghentikan kendaraan agar pawai dapat lancar.
Banyak yang mengabadikan momen langka itu dengan ponsel.
"Wah ini aksi yang sangat meriah," kata Heri seorang warga.
Menurut Heri, itu atraksi yang jarang jarang di Manado.
Dia mengusulkan agar pawai ogoh ogoh tahun depan bisa lebih meriah sehingga dapat menjadi kegiatan turisme.
"Selain itu, ajang tersebut mengokohkan toleransi, lihat yang nonton ini semuanya warga non Hindu dan acara ini berjalan dengan aman dan lancar," kata dia.
Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang mengapresiasi kegiatan tersebut.
Ia menyebut umat Hindu adalah bagian dari warga Manado yang menjunjung tinggi toleransi dan pluralisme.
"Kegiatan ini juga sudah rutin digelar di Lapangan Sparta Tikala Manado," kata dia.
Umat Hindu Manado menggelar ritual Tawur Agung Kesanga di Lapangan Sparta Tikala, Manado, Sulut, Rabu (18/3/2026).
Ritual tersebut diadakan sehari jelang hari raya Nyepi.
Amatan Tribunmanado.com, ritual tersebut diikuti ratusan umat Hindu di Manado.
Suasana persembahyangan berlangsung khusyuk.
Umat berdoa dengan takzim untuk bangsa dan negara serta kota Manado.
Sukacita umat Hindu kian lengkap dengan hadirnya Wawali Manado Richard Sualang.
Ia berbaur dengan umat Hindu.
Bahkan sempat memakai pengikat kepala ala Hindu.
Kedatangan Richard disambut tarian Puspanjali yang adalah tarian penyambutan.
I Komang Agustria, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sulawesi Utara mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian hari raya Nyepi.
"Diawali dari Melasti, kemudian tawur agung kesanga lantas esok kita rayakan Nyepi," katanya.
Ungkap dia, dalam tawur agung kesanga, pihaknya menyucikan lingkungan, menyeimbangkan alam semesta dan diri manusia.
Ritual ini juga menetralisir energi negatif.
"Setelah ini juga ada pawai ogoh ogoh," kata dia.
Ujar dia, lapangan Sparta Tikala dipilih karena merupakan titik pertemuan.
Dalam sastra, kata dia, tawur agung musti digelar di perempatan agung.
Kepada umat Hindu, ia mengimbau agar melaksanakan Nyepi dengan khusyuk serta menjunjung toleransi antar umat beragama.
Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang dalam sambutannya mengucapkan selamat hari raya Nyepi untuk umat Hindu di Manado.
"Umat Hindu adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan warga Manado dimana kehidupan di sini diwarnai toleransi yang luar biasa antara semua masyarakat yang berbeda agama," katanya.
Sebut dia, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bukti bahwa umat Hindu di Manado taat ajaran.
Ia menegaskan komitmen Pemkot Manado untuk mengayomi semua umat beragama di kota Manado.
"Kami punya komitmen kuat untuk menjadi pengayom atau orang tua dari semua umat
beragama di kota Manado," kata dia.
Menurut Richard, pawai ogoh ogoh sudah jadi tradisi tahunan di Manado. (ART)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Hindu-di-Manado-agrthty.jpg)