Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2026 di Manado

Sejarah Masjid Al Muttaqin Kampung Pondol Manado, Kerap Disinggahi Pengendara

Karena letaknya yang berada di tengah kota, Masjid Al Muttaqin cukup sering disinggahi para pengendara yang melintas.

|
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
MASJID - Masjid Al Muttaqin yang terletak di Kampung Pondol, Jalan Wiracakti, Wenang, Senin (23/2/2026). Kerap disebut sebagai salah satu masjid tertua di Kota Manado, Sulawesi Utara. 

Ringkasan Berita:
  • Penampakan masjid di tengah kota ini tak ada yang istimewa.
  • Ukurannya kecil, dan berada di tengah-tengah perkampungan.
  • Cukup sering disinggahi para pengendara yang melintas.
 

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Masjid Al Muttaqin yang terletak di Kampung Pondol, Jalan Wiracakti, Wenang, kerap disebut sebagai salah satu masjid tertua di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Penampakan masjid di tengah kota ini tak ada yang istimewa.

Ukurannya kecil, dan berada di tengah-tengah perkampungan.

Karena letaknya yang berada di tengah kota, Masjid Al Muttaqin cukup sering disinggahi para pengendara yang melintas.

Penjaga Masjid Al Muttaqin, Abdul Chair Albuchari, mengatakan didirikan pada abad ke-17.

"Masjid ini didirikan sekitar tahun 1775," ujarnya, Senin (23/2/2026).

Yang mendirikan adalah para nelayan dari Kesultanan Ternate.

Mereka menjadi salah satu komunitas penting dalam syiar Islam di Manado.

Para nelayan tersebut juga bermukim di Kampung Pondol sekitar masjid.

Masjid Al Muttaqin yang terletak di Kampung Pondol, Jalan Wiracakti, Wenang, kerap
MASJID - Masjid Al Muttaqin yang terletak di Kampung Pondol, Jalan Wiracakti, Wenang, Senin (23/2/2026). Kerap disebut sebagai salah satu masjid tertua di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Abdul mengklaim bahwa sejumlah tokoh penting pernah salat di masjid tersebut.

Salah satunya adalah Pangeran Diponegoro yang pernah dibuang ke Manado.

Saat itu, Pangeran Diponegoro disebut kerap ke Kampung Pondol.

Selain itu, anak Sri Sultan Hamengkubuwono V, Raden Muhammad Timur, yang dibuang ke Manado juga pernah salat di masjid tersebut.

Timur dan abdi dalemnya merupakan cikal bakal Kampung Pondol.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved