Katolik
Ini Harapan Umat Usai Misa Rabu Abu di Gereja Katolik Santa Theresia Malalayang Manado
Umat Katolik di Kota Manado, Sulawesi Utara memadati lokasi Gereja untuk mengikuti Misa Rabu Abu
Penulis: Petrick Imanuel Sasauw | Editor: Alpen Martinus
Ringkasan Berita:1. Umat Katolik di Kota Manado, Sulawesi Utara memadati lokasi Gereja untuk mengikuti Misa Rabu Abu yang berlangsung pada Rabu (18/2/2206).2. Bangku yang tersedia terpantau penuh, sementara jemaat terus berdatangan hingga sebagian harus duduk di area luar gereja.3. Usai misa berlangsung, sejumlah umat mengungkapkan kesan mereka mengikuti ibadah Rabu Abu.
MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID – Umat Katolik di Kota Manado, Sulawesi Utara memadati lokasi Gereja untuk mengikuti Misa Rabu Abu yang berlangsung pada Rabu (18/2/2206).
Salah satunya di Gereja Katolik Paroki Santa Theresia, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.
Jaraknya sekitar 10 kilometer dari Pelabuhan Manado dan 3 kilometer dari pusat kota Manado.
Baca juga: Makna Rabu Abu Bagi Cicilia Sondak Umat Katolik di Tomohon: Bukan Sekadar Ritual Liturgi
Misa dimulai pukul 18.00 Wita. pantauan langsung di lokasi, gedung gereja sudah dipenuhi umat sejak sebelum ibadah berlangsung.
Bangku yang tersedia terpantau penuh, sementara jemaat terus berdatangan hingga sebagian harus duduk di area luar gereja.
Pujian dinaikkan para umat sebelum misa dimulai.
Ibadah Rabu Abu menandai dimulainya masa puasa dan pantang bagi umat Katolik.
Usai misa berlangsung, sejumlah umat mengungkapkan kesan mereka mengikuti ibadah Rabu Abu.
Maria, warga Malalayang, mengatakan Misa Rabu Abu menjadi pengingat awal masa pertobatan bagi umat.
Ia bahkan setiap tahun selalu berusaha datang Misa Rabu Abu.
"Tanda abu di dahi itu mengingatkan kita untuk hidup lebih baik dan memperbaiki diri. Suasananya juga sangat khusyuk,” ujar Maria saat diwawancarai di halaman gereja.
Hal serupa disampaikan Andreas, jemaat yang mengikuti misa bersama keluarganya.
Ia mengaku datang lebih awal karena mengetahui animo umat biasanya tinggi saat Misa Rabu Abu.
Bahkan kata dia, umat yang datang sangat ramai, sampai penuh.
"Walaupun ramai, ibadah tetap berjalan tertib dan khusyuk. Ini jadi pengingat bagi saya pribadi untuk lebih menahan diri dan memperbaiki sikap selama masa puasa,” kata Andreas.
Baginya, Rabu Abu merupakan hari puasa dan pantang bagi umat Katolik.
Dimana umat dianjurkan berpuasa dengan satu kali makan kenyang dan dua kali makan ringan, serta berpantang daging. (PET)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Umat Padati Gereja Katolik Paroki Santa Theresia di Malalayang Kota Manado, Ikuti Misa Rabu Abu |
|
|---|
| Ratusan Umat Padati Gereja Katedral Manado, Ikuti Misa Virtual Dipimpin Paus Fransiskus |
|
|---|
| Uskup Ignatius Kardinal Suharyo Bertemu Panglima TNI Laksamana Yudo Margono |
|
|---|
| Temu Nasional Profesional dan Usahawan Katolik 2023: Kebangkitan Ekonomi Indonesia |
|
|---|
| Susunan Lengkap Presidium Konferensi Waligereja Indonesia 2022 – 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Gereja-Katolik-Paroki-Santa-Theresia-xdfheryh.jpg)