Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Katolik

Ini Harapan Umat Usai Misa Rabu Abu di Gereja Katolik Santa Theresia Malalayang Manado

Umat Katolik di Kota Manado, Sulawesi Utara memadati lokasi Gereja untuk mengikuti Misa Rabu Abu

Tayang:
Tribun Manado/Petrick Imanuel Sasauw
MISA - Umat Katolik di Kota Manado, Sulawesi Utara memadati lokasi Gereja untuk mengikuti Misa Rabu Abu yang berlangsung pada Rabu (18/2/2206). Salah satunya di Gereja Katolik Paroki Santa Theresia, Kecamatan Malalayang, Kota Manado. 

Ringkasan Berita:1. Umat Katolik di Kota Manado, Sulawesi Utara memadati lokasi Gereja untuk mengikuti Misa Rabu Abu yang berlangsung pada Rabu (18/2/2206).
 
2. Bangku yang tersedia terpantau penuh, sementara jemaat terus berdatangan hingga sebagian harus duduk di area luar gereja.
 
3. Usai misa berlangsung, sejumlah umat mengungkapkan kesan mereka mengikuti ibadah Rabu Abu. 

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID – Umat Katolik di Kota Manado, Sulawesi Utara memadati lokasi Gereja untuk mengikuti Misa Rabu Abu yang berlangsung pada Rabu (18/2/2206).

Salah satunya di Gereja Katolik Paroki Santa Theresia, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.

Jaraknya sekitar 10 kilometer dari Pelabuhan Manado dan 3 kilometer dari pusat kota Manado.

Baca juga: Makna Rabu Abu Bagi Cicilia Sondak Umat Katolik di Tomohon: Bukan Sekadar Ritual Liturgi

Misa dimulai pukul 18.00 Wita. pantauan langsung di lokasi, gedung gereja sudah dipenuhi umat sejak sebelum ibadah berlangsung.

Bangku yang tersedia terpantau penuh, sementara jemaat terus berdatangan hingga sebagian harus duduk di area luar gereja.

Pujian dinaikkan para umat sebelum misa dimulai. 

Ibadah Rabu Abu menandai dimulainya masa puasa dan pantang bagi umat Katolik.

Usai misa berlangsung, sejumlah umat mengungkapkan kesan mereka mengikuti ibadah Rabu Abu. 

Maria, warga Malalayang, mengatakan Misa Rabu Abu menjadi pengingat awal masa pertobatan bagi umat.

Ia bahkan setiap tahun selalu berusaha datang Misa Rabu Abu. 

"Tanda abu di dahi itu mengingatkan kita untuk hidup lebih baik dan memperbaiki diri. Suasananya juga sangat khusyuk,” ujar Maria saat diwawancarai di halaman gereja.

Hal serupa disampaikan Andreas, jemaat yang mengikuti misa bersama keluarganya.

Ia mengaku datang lebih awal karena mengetahui animo umat biasanya tinggi saat Misa Rabu Abu.

Bahkan kata dia, umat yang datang sangat ramai, sampai penuh. 

"Walaupun ramai, ibadah tetap berjalan tertib dan khusyuk. Ini jadi pengingat bagi saya pribadi untuk lebih menahan diri dan memperbaiki sikap selama masa puasa,” kata Andreas.

Baginya, Rabu Abu merupakan hari puasa dan pantang bagi umat Katolik

Dimana umat dianjurkan berpuasa dengan satu kali makan kenyang dan dua kali makan ringan, serta berpantang daging. (PET)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved