Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Warga Enggan Gunakan JPO di Jalan Pierre Tendean Manado, Ini Alasannya

"Tapi mungkin orang malas karena kalau pakai JPO harus naik dulu dan agak jauh. Kalau nyeberang langsung kan lebih dekat,”

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
JPO - JPO di Jalan Pierre Tendean, Wenang, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (14/1/2026). JPO ini menjembatani Kawasan Megamas dan itCenter. 

Ringkasan Berita:
  • Pengguna jalan menilai JPO tersebut kurang praktis.
  • Banyak pejalan kaki memilih menyeberang langsung di badan jalan.
  • JPO juga kurang terawat.

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Pierre Tendean, Kota Manado, Sulawesi Utara, belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. 

Sejumlah pengguna jalan menilai JPO tersebut kurang praktis sehingga banyak pejalan kaki memilih menyeberang langsung di badan jalan.

Seorang pengemudi ojek online, Stefan, mengungkapkan bahwa ia kerap menurunkan penumpang di sekitar JPO itu.

Ia mendapati penumpangnya lebih memilih menyeberang langsung. 

Padahal menurutnya, keberadaan JPO cukup penting mengingat arus lalu lintas di kawasan itu sering padat.

"Tapi mungkin orang malas karena kalau pakai JPO harus naik dulu dan agak jauh. Kalau nyeberang langsung kan lebih dekat,” ujar Stefan, Rabu (14/1/2026). 

Menurutnya, perlu ada pertimbangan lebih lanjut agar JPO bisa digunakan secara maksimal oleh masyarakat.

JPO - JPO di Jalan Pierre Tendean, Wenang, Manado, Sulawesi Utara
JPO - JPO di Jalan Pierre Tendean, Wenang, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (14/1/2026). JPO ini menjembatani Kawasan Megamas dan itCenter.

Hal senada disampaikan seorang pengguna jalan bernama Yvonne. 

Ia mengaku enggan menggunakan JPO karena jaraknya yang dianggap jauh serta harus menaiki tangga terlebih dahulu. 

Selain itu, faktor ketinggian juga membuatnya merasa takut.

"Saya juga tidak terbiasa pakai JPO, jadi agak ngeri karena tinggi,” katanya. 

Yvonne juga menyoroti kondisi JPO yang dinilai kurang terawat. 

“Di atas juga kotor, banyak sampah,” tambahnya.

Yvonne berharap pemerintah daerah mengevaluasi JPO tersebut baik dari segi kebersihan, kenyamanan, maupun aksesibilitas, agar masyarakat terdorong untuk menggunakannya.

Baca juga: PDIP Sulut Jawab Telak Pernyataan James Sumendap: Belum Baca dan Paham AD/ART

Baca juga: Pemkot Tomohon Perkuat Regulasi Perlindungan Lahan Pertanian Lewat Perda LP2B, Ini Manfaatnya

Jika masyarakat memanfaatkan JPO, risiko kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir.(*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved