Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Kepala SPPG Bunaken–Molas di Manado Ungkap Suka Duka Layani MBG

“Tenaga honor kami tempatkan sebagai PIC di sekolah untuk menjaga makanan. Mereka dibayar sesuai jumlah siswa yang dilayani,”

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
KEPALA SPPG - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bunaken–Molas, Vorianus BT, Kamis (16/4/2026). Ia angkat bicara terkait keluhan orang tua/wali murid mengenai penyaluran MBG Kelurahan Molas, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara. 

Ringkasan Berita:
  • Guru honorer di tiap sekolah sebagai penanggung jawab di sekolah (PIC). 
  • Mereka bertugas memastikan makanan tetap dalam kondisi baik saat diterima.
  • Pengawasan diperketat karena adanya kekhawatiran terhadap potensi gangguan.

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bunaken–Molas, Vorianus BT, menegaskan pihaknya terus memperketat pengawasan dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini menyusul berbagai tantangan di lapangan, termasuk isu kualitas makanan dan keamanan distribusi.

Untuk menjaga kualitas makanan hingga sampai ke siswa, pihaknya menugaskan guru honorer di tiap sekolah sebagai penanggung jawab di sekolah (PIC). 

Mereka bertugas memastikan makanan tetap dalam kondisi baik saat diterima.

“Tenaga honor kami tempatkan sebagai PIC di sekolah untuk menjaga makanan. Mereka dibayar sesuai jumlah siswa yang dilayani,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Ia mengakui, pengawasan diperketat karena adanya kekhawatiran terhadap potensi gangguan atau kelalaian dalam proses distribusi.

“Pengawasan harus ketat, jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kebersihan makanan. Pernah ada temuan rambut di makanan, itu langsung kami evaluasi,” katanya.

Sejak kejadian tersebut, pihaknya langsung meningkatkan standar operasional, termasuk kewajiban penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi seluruh karyawan dapur.

“Sekarang semua sudah menggunakan perlengkapan sesuai standar, seperti penutup kepala. Itu untuk mencegah kejadian serupa,” jelasnya.

Hal ini terlihat saat Tribunmanado.com berkunjung ke SPPG Bunaken-Molas.

SPPG - SPPG Bunaken-Molas di Jalan Raya Molas-Tongkeina, Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (16/4/2026). Dapur ini melayani 3.800 penerima manfaat dari 42 sekolah.
SPPG - SPPG Bunaken-Molas di Jalan Raya Molas-Tongkeina, Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (16/4/2026). Dapur ini melayani 3.800 penerima manfaat dari 42 sekolah. (Tribun Manado/Isvara Savitri)

Pada sekitar pukul 10.00 Wita mobil SPPG sudah pergi mengantar MBG rute terakhir.

Para pegawai tinggal membersihkan dapur.

Mereka tetap menggunakan APD seperti penutup kepala, sarung tangan, hingga sepatu boots meski sudah selesai mengolah makanan.

Terkait menu makanan, Vorianus mengakui pihaknya harus menyesuaikan dengan selera anak-anak yang beragam. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved