Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Panti Werdha Damai Terbakar

9 Korban Kebakaran Panti Werdha Damai Masih Dirawat di RSUD Manado, Kondisi Berangsur Stabil

Menurut dr. Hesky, awalnya terdapat 14 korban yang mendapatkan perawatan medis di RSUD Manado. 

Tayang:
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
KORBAN KEBAKARAN - Para korban kebakaran Panti Werdha Damai yang masih dirawat di RSUD Manado, Senin (5/1/2026). Ada sembilan yang masih dirawat. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manado masih merawat sembilan korban kebakaran Panti Werdha Damai

Direktur Utama RSUD Manado, dr. Hesky Lintang, mengatakan jumlah pasien sempat mengalami perubahan sejak pertama kali dirawat pascakejadian.

Menurut dr. Hesky, awalnya terdapat 14 korban yang mendapatkan perawatan medis di RSUD Manado

Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 16 orang. 

Namun, satu korban dengan luka bakar mencapai 70 persen terpaksa dirujuk ke RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou untuk penanganan lebih lanjut.

“Korban yang dirujuk tersebut bernama Ang Soei Lan, kemudian dinyatakan meninggal dunia pada sekitar 1 Januari 2026,” ujar dr. Hesky saat rapat dengan Tim Monitoring Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan di Polresta Manado, Senin (5/1/2026).

Saat ini, RSUD Manado masih merawat sembilan korban selamat. 

KORBAN - Penghuni Panti Werda Damai dirawat di RSUD Manado. Para lansia korban kebakaran Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), yang selamat mengalami gangguan tidur.
KORBAN - Penghuni Panti Werda Damai dirawat di RSUD Manado. Para lansia korban kebakaran Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), yang selamat mengalami gangguan tidur. (Tribun Manado/Arthur_Rompis)

Sementara itu, satu pasien telah dijemput oleh pihak keluarga pada hari sebelumnya.

Kondisi kesehatan para korban yang masih dirawat secara umum sudah stabil, termasuk penyakit penyerta. 

Pada awal masa perawatan, sebagian besar korban mengalami kesulitan berkomunikasi dan gangguan tidur akibat trauma.

“Awal masuk mereka sulit berkomunikasi dan susah tidur. Sekarang kondisi mereka sudah lebih ceria,” katanya.

Untuk mendukung pemulihan psikologis, pihak rumah sakit menempatkan seluruh korban di satu lantai yang sama agar mereka dapat saling berinteraksi dan merasakan suasana yang menyerupai kehidupan di panti werdha.

Di sisi lain, Pemilik Panti Werdha Damai, Olva Sumual, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan hunian sementara bagi para korban selamat. 

Hunian tersebut adalah sebuah rumah di bagian depan panti yang lama.

Baca juga: Daftar 13 Tuntutan Mahasiswa dan Alumni saat Demo di Kantor Pusat Unima: Pecat Oknum Dosen DM

Baca juga: Bupati Boltara Sirajudin Lasena Minta ASN dan Kepala Desa Wajib Menanam Tanaman Hortikultura

“Kalau dipindahkan ke rusunawa agak repot karena tidak ada yang mengurus mereka. Jadi biar bersama kami saja,” ujarnya.

Para korban masih menjalani perawatan di RSUD Manado.

Diperkirakan pada Rabu (7/1/2026) mereka sudah dapat menempati lokasi baru yang telah disiapkan.(*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved