Jumat, 22 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Pasar 45 Manado Sulawesi Utara Mulai Dipadati Pencari Pakaian Bekas Berkualitas

"Hanya iseng lihat-lihat di lapak cabo ini karena saya sebenarnya masih bingung mau beli pakaian apa untuk Natal, masih survei-survei,"

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
PAKAIAN BEKAS - Lapak penjualan pakaian bekas di Pasar 45, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (28/11/2025). Para pencari pakaian bekas berkualitas mulai berburu. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Jual beli pakaian bekas di Pasar 45 Manado, Sulawesi Utara, mulai menunjukkan peningkatan menjelang perayaan Natal. 

Warga lokal menyebut pakaian bekas ini sebagai cakar bongkar (cabo).

Meski belum terlalu ramai, sejumlah lapak telah kedatangan pembeli yang mulai survei barang, termasuk mencari potongan harga terbaik.

Salah satu pengunjung, Bebet, mengaku datang hanya untuk melihat-lihat sambil mempertimbangkan pilihan pakaian untuk perayaan Natal mendatang.

"Hanya iseng lihat-lihat di lapak cabo ini karena saya sebenarnya masih bingung mau beli pakaian apa untuk Natal, masih survei-survei," jelasnya, Jumat (28/11/2025).

Ia mengaku beberapa kali mendapatkan pakaian bekas dengan kondisi masih mulus dan original.

"Tinggal pintar-pintarnya kita memilih dan menawar harga," ujarnya.

PAKAIAN BEKAS - Ilustrasi pakaian bekas yang dijual di Pasar 45 Manado, Sulawesi Utara, Minggu (16/11/2025). Importir pakaian bekas meminta pemerintah mengkaji ulang aturan.
PAKAIAN BEKAS - Ilustrasi pakaian bekas yang dijual di Pasar 45 Manado, Sulawesi Utara, Minggu (16/11/2025). Importir pakaian bekas meminta pemerintah mengkaji ulang aturan. (Tribunmanado.com/Isvara Savitri)

Pengalaman dua tahun lalu ia berhasil mendapatkan jeans dan kemeja bekas berkualitas dengan harga di bawah Rp100 ribu. 

Menurutnya, berburu pakaian di lapak pakaian bekas masih menjadi pilihan menarik bagi pembeli yang ingin mencari barang bagus dengan harga terjangkau.

Sementara itu, salah satu penjual pakaian bekas bernama Dominik, mengatakan kondisi pasar memang belum terlalu ramai. 

Kebanyakan pengunjung baru sekadar melihat-lihat.

"Ini belum terlalu ramai. Kebanyakan orang baru lihat-lihat saja. Nanti akan semakin ramai mendekati Natal," ungkapnya.

Harga pakaian bekas di lapaknya cukup bervariasi. 

Celana pendek dipatok sekitar Rp 30 ribuan, sedangkan kemeja dan celana panjang berada di kisaran Rp 50 ribuan, dan semuanya masih bisa ditawar.

Baca juga: Persma 1960 Tegaskan Seleksi Pemain Baru Bebas Titipan, Politisasi, dan Kolusi

Baca juga: Gubernur Sulut YSK Apresiasi Wisuda dan Launching Sekolah Lansia PWRI

Penjualan rata-rata mencapai sekitar 50 potong per hari, dan bisa melonjak hingga 100 potong per hari ketika semakin mendekati Natal.

Meski bisnis pakaian bekas kerap disorot dan diwacanakan untuk ditutup, Dominik mengaku tidak khawatir.

"Saya yakin bisnis ini akan ada terus," katanya.(*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved