Breaking News
Minggu, 17 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jet Ski Terbalik di Manado

Kisah Heroik Seberius Bukananung, Nelayan yang Selamatkan Korban Kecelakaan Jet Ski di Teluk Manado

Saat diwawancara Tribun Manado, Rabu (5/11/2025) siang, Seberius menceritakan detik-detik menegangkan saat menolong korban. 

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Manado/Petrick Sasauw
AKSI HEROIK - Seberius Bukanaung (60) Saat diwawancara Tribun Manado di Kampung Los, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Rabu (5/11/2025). Seberius menceritakan detik-detik menegangkan saat menolong korban. 

Ringkasan Berita:
  • Nelayan asal Malalayang, Seberius Bukanaung, secara spontan melakukan penyelamatan saat melihat korban kecelakaan jet ski terbalik di perairan Pohon Kasih, Megamas Manado.
  • Seberius berhasil menyelamatkan satu korban bernama Jonathan yang dalam kondisi lemas.
  • Seberius mengatakan bahwa tindakannya murni dorongan kemanusiaan dan keyakinannya bahwa ia berada di tempat dan waktu yang tepat untuk menolong, sembari menegaskan bahwa keselamatan Jonathan adalah anugerah Tuhan.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO — Di tengah ganasnya ombak dan angin di perairan Teluk Manado, Sulawesi Utara seorang nelayan bernama Seberius Bukanaung menunjukkan aksi heroiknya. 

Ia berhasil menyelamatkan satu korban dalam insiden jet ski terbalik di kawasan Pohon Kasih, Megamas Manado, pada Senin (3/11/2025).

Dua korban lainnya ditemukan meninggal dunia.

Saat diwawancara Tribun Manado, Rabu (5/11/2025) siang, Seberius menceritakan detik-detik menegangkan saat menolong korban. 

Baca juga: Pengakuan Ayah Wandy Haikal Sebelum Kecelakaan Jet Ski di Manado, Korban Tunggu Panggilan Kerja

Awalnya, ia tak menyangka akan terlibat dalam penyelamatan yang dramatis itu.

“Saya rencana mau ke pusat kota belanja kebutuhan pokok dan ikut pelantikan pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Karangria, Kota Manado” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, Seberius dilantik sebagai Wakil Ketua Wilayah Malalayang.

Di Manado Tua, Kecamatan Bunaken, ia juga dipercaya menjadi Penasehat HNSI.

Usai pelantikan, Seberius berencana pulang ke Malalayang menggunakan perahu miliknya sekitar pukul 17.00 Wita.

Ia memutuskan menuju kesana untuk memarkir perahu di Kampung Los (Lorong Sangir) yang dianggap lebih aman dari gelombang. 

Namun sore itu, kondisi laut tidak bersahabat.

“Angin dan gelombang tinggi menghantam perairan Manado,” katanya.

Saat melintas di depan kawasan Pohon Kasih Megamas, sekitar 150 meter dari daratan, ia melihat kerumunan orang di tepi pantai.

“Rame sekali di sana, tapi saya belum tahu ada apa,” kenangnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved